Ditegur Usai Videokan Kondisi Kumuh Pasar dan Viral di TikTok, Pedagang Ini Curhat pada Ahmad Luthfi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 09:27 WIB


Tegal, SUARA PEMBARUAN - Suasana blusukan Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Pasar Bawang Banjaran, Kabupaten Tegal, Selasa (8/10/2024), mendadak jadi perbincangan hangat.

Hal itu setelah seorang pedagang pasar, Suti Tarinah, mengungkapkan keluhannya tentang kondisi pasar yang kumuh dan sepinya pembeli.

Suti bahkan sempat memvideokan kondisi pasar dan mengunggahnya di TikTok sampai viral, namun langkah ini justru berujung teguran dari kepala pasar.

Baca Juga: Kunjungi Pasar Bawang, Ahmad Luthfi: Sanitasi Pasar Harus Jadi Prioritas

Menurut Suti, kondisi Pasar Bawang Banjaran sangat memprihatinkan, terutama saat hujan.

"Pasarnya becek, kotor, kami pedagang harus pakai sepatu boot kalau mau masuk. Banyak pembeli enggan masuk karena pasar ini kumuh dan pedagang di dalam kalah saing dengan pedagang pinggir jalan yang tidak tertib," ujarnya.

Suti yang sudah lama merasa keluhannya tidak didengar akhirnya nekat merekam kondisi pasar dan mempublikasikannya di TikTok.

Baca Juga: Layat ke Warga yang Berduka, Cagub Jateng Ahmad Luthfi Menguatkan Istri dan Anak Kades Sisalam

Videonya viral, namun bukan solusi yang ia dapatkan, melainkan teguran dari kepala pasar.

"Saya ditegur karena tidak izin dulu bikin video. Padahal, kepala pasar itu jarang sekali terlihat di sini, katanya handle lima pasar sekaligus. Ya saya bingung mau izin bagaimana kalau ketemu saja susah," cerita Suti dengan nada kesal.

Menurutnya, teguran itu disampaikan dengan nada yang kurang menyenangkan, seolah-olah dia hanya mencari sensasi dan ingin terkenal.

"Saya disangka mau cari nama, padahal saya hanya ingin menunjukkan kondisi nyata pasar ini. Niat saya cuma biar pasar jadi lebih baik, bukan cari sensasi," tambah Suti.

Baca Juga: Siap Bina dan Kembangkan UMKM Berkembang, Ahmad Luthfi: Bukti Negara Hadir

Suti mengaku kecewa karena bukannya mendapatkan solusi dari pihak pengelola pasar, justru ia merasa dituduh dan ditekan.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X