Pemprov Bengkulu dan KPK Ajak Masyarakat Hajar "Serangan Fajar" Pemilu 2024

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Sabtu, 2 September 2023 | 04:01 WIB
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah foto bersama usai menghadiri acara Bimbangan Teknis (Bintek) Kapabilitas dan Masyarakat Anti Korupsi di Bengkulu.(Foto/Ist)
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah foto bersama usai menghadiri acara Bimbangan Teknis (Bintek) Kapabilitas dan Masyarakat Anti Korupsi di Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu,suarapembaruan.news- Pemprov Bengkulu dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau masyarakat untuk melaksanakan "Hajar Serangan Fajar" pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang. Seruan ini disampaikan kepada seluruh masyarakat, termasuk warga Bengkulu, agar menolak, menghindari, dan membentengi diri dari godaan politik uang dalam kontestasi Pemilu Legislatif 14 Februari 2024 mendatang.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, di Bengkulu. Jumat (1/9/2023) mengatakan, untuk mengubah prilaku politik uang atau serangan fajar pada kontestasi Pemilu 2024, pertama ditunjukkan oleh peserta pemilu, yaitu para calon kandidat ataupun partai politik yang harus menanamkan integritas.

Kemudian dari peserta pemilu yang berkomitmen untuk menolak politik uang dan dari sisi penyelenggara pemilu yang juga meningkatkan integritas dan memperketat pengawasan pemilu. "Saya mengimbau kepada semua pihak, mari bekerja sama untuk menolak politik uang atau serangan fajar. "Kita juga sudah berencana menggelar senam Hajar Serangan Fajar digawangi para ibu-ibu," kata Gubernur Rohidin.

Hal tersebut diungkapkanya usai hadir pada Bimbingan Teknis Pembinaan Peran Serta Masyarakat dengan tema ''Peran Serta Masyarakat Dalam Membangun Provinsi Bengkulu Bebas Dari Korupsi", di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana menyatakan kampanye ‘Hajar Serangan Fajar’ merupakan pengejawantahan dari hasil kajian yang dilakukan KPK mengenai potensi korupsi pada gelaran Pemilu.

Hasil kajian tahun 2018 mengungkap fakta bahwa sebanyak 95 persen menjatuhkan pilihannya karena melihat dari uangnya, 72,4 persen, media sosial, dan 69,6 persen popularitas. Oleh karena itu, untuk membuat iklim Pemilu yang jujur, bersih, dan adil, sejak tahun 2022 KPK telah memulai program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) terpadu kepada 26 Parpol nasional dan lokal Aceh.

PCB bertujuan untuk memberikan pembekalan agar Parpol mengikuti kontestasi dengan beradu ide serta gagasan, bukan beradu isi amplop. "Kita sadar demokrasi adalah kedaulatan rakyat. Karena itu, suara rakyat adalah Suara Tuhan. Saya mengajak jangan pernah memperjualbelikan suara rakyat pada Pemilu 2024," kata Wawan.(SPnews/min)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X