Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Pemerintah bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan penumpang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Presiden Prabowo Subianto pada Senin malam usai meninjau lokasi kecelakaan di Bekasi.
Menurut Prasetyo, dalam komunikasi tersebut Dasco melaporkan langsung kondisi korban serta berbagai aspirasi dari pemerintah daerah dan aparat kepolisian terkait keselamatan perlintasan kereta api.
Dasco disebut menyampaikan masukan dari Wali Kota Bekasi dan Polda Metro Jaya mengenai pentingnya pembangunan jembatan layang atau flyover di titik perlintasan kereta, termasuk kebutuhan penambahan pos penjagaan dan sistem pengamanan jalur rel.
Selain itu, Dasco juga mengusulkan percepatan pembangunan Flyover Bulak Kapal yang sebelumnya sempat terkendala persoalan anggaran.
Usulan tersebut langsung disampaikan kepada Presiden dan mendapat persetujuan pemerintah pusat sebagai langkah jangka panjang mencegah kecelakaan serupa terulang.
“Wakil Ketua DPR RI, Pak Dasco langsung menghubungi Bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA di Bekasi. Dari hasil komunikasi tersebut akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Prasetyo menegaskan, Presiden juga telah memberikan arahan agar seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal, sekaligus meminta evaluasi menyeluruh terhadap teknologi dan infrastruktur perkeretaapian nasional.
Pemerintah, kata dia, kini fokus menyusun langkah antisipasi agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo saat meninjau korban di RSUD Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026, menegaskan pemerintah akan memperbaiki ribuan titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa.
“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Prabowo.
Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai opsi pengamanan tambahan di titik-titik rawan kecelakaan, mulai dari pembangunan pos penjagaan hingga sistem pengawasan modern di perlintasan kereta.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran besar demi peningkatan keselamatan transportasi kereta api.
“Kami perhitungkan hampir Rp4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya sudah perlu perbaikan,” kata Prabowo.