politik-hankam

Polda Jateng Asah Public Address, Polri Diminta Lebih Humanis dan Merakyat

Jumat, 30 Januari 2026 | 17:06 WIB

 




Semarang, SUARA PEMBARUAN - Polda Jawa Tengah terus membenahi pola komunikasi pelayanan publik agar semakin ramah dan dekat dengan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kemampuan Public Address dan Informasi Pelayanan Masyarakat Tahun 2026 yang digelar oleh Ditbinmas Polda Jateng di Kota Semarang, Kamis (29/1).

Kegiatan ini diikuti para pejabat utama Polda Jateng serta Kapolres jajaran. Pelatihan menghadirkan praktisi media Budi Zulkifli dari TVOne dan akademisi komunikasi Swita Amalia Hapsari, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), sebagai narasumber.

Mewakili Kapolda Jawa Tengah, Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman menekankan pentingnya meninggalkan gaya komunikasi yang kaku dan berjarak. Menurutnya, cara menyampaikan pesan dan imbauan di ruang publik sangat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kehadiran Polri.

Ia menegaskan bahwa bahasa yang digunakan harus mudah dipahami, menenangkan, dan tidak menimbulkan kesan intimidatif. Sistem public address disebutnya sebagai kesan pertama yang dirasakan masyarakat, terutama saat personel berada di lapangan.

Wakapolda juga menyoroti pentingnya komunikasi yang empatik menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Pilihan kata, intonasi, serta sikap petugas diyakini berperan besar dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menambahkan bahwa kemampuan public address yang baik berpengaruh langsung terhadap tingkat kepercayaan publik. Komunikasi yang jelas, ramah, dan konsisten dinilai membantu masyarakat memahami kebijakan serta langkah kepolisian secara menyeluruh.

Melalui pelatihan ini, Polda Jawa Tengah berharap personel semakin siap berkomunikasi secara humanis. Dengan pelayanan yang tulus dan komunikasi yang tepat, Polri diharapkan semakin dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.*

Tags

Terkini