politik-hankam

Komnas HAM Telusuri Rekaman CCTV dan Komunikasi Polisi untuk Ungkap Kematian Affan Kurniawan

Rabu, 3 September 2025 | 10:53 WIB
Komnas HAM mengusut kasus kematian Affan Kurniawan dengan mengumpulkan bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian. (Dok. Komnas HAM)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mulai mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) sebagai bagian dari investigasi atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek berusia 21 tahun yang diduga menjadi korban tabrakan dan terlindas kendaraan taktis kepolisian saat aksi unjuk rasa di Jakarta, 28 Agustus 2025 lalu.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, menyatakan pengumpulan bukti visual tersebut bertujuan untuk memperjelas rangkaian fakta peristiwa. “Kami sudah menyurati sejumlah instansi di sepanjang lokasi kejadian untuk memperoleh rekaman CCTV, baik sebelum, saat, maupun setelah insiden,” ungkap Saurlin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Ia menekankan pentingnya rekaman video dari sekitar kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, sebagai bahan pembuktian terkait dugaan keterlibatan kendaraan taktis Korps Brimob Polri. Menurutnya, potongan video yang beredar di publik masih harus diuji keaslian dan validitasnya melalui forensik digital.

“Fakta-fakta yang tersebar harus diverifikasi, termasuk video yang disebut ada dorongan. Itu perlu dipastikan apakah benar adanya atau hasil rekayasa,” jelas Saurlin.

Selain CCTV, Komnas HAM juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi tambahan berupa rekaman, foto, maupun kesaksian yang dapat memperkuat proses penyelidikan. “Kami sangat terbuka menerima data dari publik,” tegasnya.

Tak hanya itu, lembaga tersebut juga berupaya memperoleh data komunikasi internal aparat yang berada dalam kendaraan taktis saat insiden. Percakapan sebelum, ketika, dan sesudah kejadian dinilai dapat mengungkap secara lebih detail kronologi peristiwa.

“Informasi itu krusial untuk membangun gambaran menyeluruh dalam laporan pemantauan Komnas HAM,” ujar Saurlin.

Komnas HAM memastikan penyelidikan dilakukan secara independen agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Rekomendasi nantinya akan disampaikan kepada pihak berwenang sesuai mandat kelembagaan.

Langkah investigatif ini ditempuh untuk menjawab desakan publik yang menginginkan kejelasan atas kasus meninggalnya Affan Kurniawan. Saurlin menekankan, Komnas HAM akan memastikan laporan akhir benar-benar berbasis pada fakta terverifikasi, bukan sekadar potongan informasi yang beredar.

Tags

Terkini