Supaini juga mengaku kecewa karena perusahaan dinilai tidak pernah membuka perhitungan pesangon secara transparan kepada pekerja maupun serikat.
"Selama saya bekerja lebih dari 17 tahun, perusahaan tidak pernah mengajak kami berunding. Bahkan saat mediasi, kami juga mempertanyakan dasar perhitungan pesangon itu," katanya.*
Artikel Terkait
PHK Masih Tinggi, Jawa Barat Dua Bulan Beruntun Jadi Provinsi Teratas
Gubernur Bengkulu Terbitkan Edaran, Larang PHK PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran
Gubernur Bengkulu Tegas Larang Pemberhentian PPPK, Dorong Efisiensi Tanpa PHK
Ratusan Karyawan Alfamart Demo usai 25 Gerai Ditutup, Cemas Relokasi hingga Ancaman PHK
Desk Ketenagakerjaan Polri dan Kemnaker Selesaikan Perselisihan PHK Pekerja PT Amos Indah Indonesia