Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Di tengah aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026), muncul kisah solidaritas yang menarik perhatian publik. Sejumlah warga memborong dagangan pedagang kecil di sekitar lokasi aksi untuk kemudian dibagikan kepada para mahasiswa yang turun ke jalan menyampaikan aspirasi.
Momen tersebut ramai beredar di media sosial dan menuai banyak respons positif dari warganet. Berbagai video menunjukkan warga membeli makanan dan minuman dari pelaku UMKM setempat sebelum mendistribusikannya kepada peserta aksi.
Salah satu unggahan yang viral berasal dari akun Threads @tiaranab_. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan aksi pembelian puluhan gelas kopi dan puluhan bungkus sate Padang yang kemudian dibagikan kepada mahasiswa yang sedang mengikuti demonstrasi.
“Unjuk rasa nggak boleh lapar. Kita borong kopi dan sate Padang itu, terima kasih warga yang sudah berdonasi,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Video lain menunjukkan pembelian 58 gelas kopi dan 20 bungkus sate Padang dari pedagang kaki lima di sekitar lokasi. Makanan dan minuman tersebut kemudian dibagikan kepada mahasiswa yang beristirahat di sela-sela aksi.
Menurut pengunggah, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kebutuhan logistik mahasiswa, tetapi juga membantu para pedagang kecil agar tetap memperoleh penghasilan di tengah situasi demonstrasi.
“Bantuan warga buat adik-adik sekaligus meramaikan UMKM setempat biar mereka tetap bisa berjualan,” tulisnya.
Gerakan solidaritas serupa juga dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat yang mengusung tagar #WargaJagaWarga. Melalui donasi yang dikumpulkan dari masyarakat, mereka membeli dagangan para pedagang kecil di sekitar area aksi sebelum mendistribusikannya kepada peserta demonstrasi.
Dalam salah satu video yang diunggah akun Threads Humanity Care, perwakilan komunitas tersebut menjelaskan bahwa bantuan yang terkumpul dari masyarakat sengaja diputar kembali kepada pedagang kecil sebagai bentuk dukungan ekonomi sekaligus solidaritas sosial.
“Bantuan dari warga untuk warga kami distribusikan kembali dengan memborong dagangan pedagang kecil di sekitar lokasi aksi,” ujar perwakilan Humanity Care dalam video yang beredar.
Aksi tersebut mendapat banyak apresiasi dari pengguna media sosial. Sejumlah warganet menilai demonstrasi tidak selalu berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, bahkan dalam situasi tertentu justru dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil.
“Adik-adik mahasiswa ini demo bahkan jadi berkah buat pedagang di sekitar lokasi. Yang membantu dan berdonasi juga luar biasa,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain menyebut aksi tersebut sebagai bentuk demonstrasi yang sekaligus mendukung pelaku UMKM. Ada pula yang menilai narasi bahwa demonstrasi selalu menghambat aktivitas ekonomi tidak sepenuhnya tepat karena banyak pedagang justru memperoleh tambahan pembeli selama kegiatan berlangsung.
Artikel Terkait
Jayapura Memanas: Demo “Papua Darurat Militer” Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan di Waena
Demo Buruh May Day 2026 Memanas, Polisi Temukan Rp10 Juta dan Uang Asing dari Korlap
Ratusan Karyawan Alfamart Demo usai 25 Gerai Ditutup, Cemas Relokasi hingga Ancaman PHK
Demo Besar Warnai Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta, Mahasiswa Tuntut Transparansi
Viral CCTV Bundaran HI Disebut Mati Saat Demo Mahasiswa, Pemprov DKI: Sistem Tetap Berjalan Normal