Pertemuan Prabowo dan Jokowi Jadi Sinyal Soliditas Nasional

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyambut Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya. (presiden.go.id)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyambut Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya. (presiden.go.id)

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sehari sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), suasana politik di Jakarta memanas dengan pertemuan dua figur sentral bangsa — Presiden RI Prabowo Subianto dan pendahulunya, Presiden ke-7 Joko Widodo.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Selama sekitar dua jam, keduanya berdiskusi secara tertutup tanpa kehadiran media maupun pernyataan resmi terkait topik pembicaraan. Namun, momen tersebut langsung menimbulkan beragam tafsir publik, karena dianggap lebih dari sekadar pertemuan silaturahmi biasa.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, yang dikonfirmasi usai menghadiri doa bersama menjelang HUT ke-80 TNI di kawasan Monas, membenarkan adanya pertemuan tersebut.
“Iya, sebelumnya,” ujarnya singkat saat ditemui awak media, Sabtu (4/10).

Meski enggan merinci isi pembicaraan, Sjafrie menyampaikan bahwa Prabowo menitipkan pesan penting untuk menjaga persatuan nasional.
“Arahan beliau agar kita tetap bersatu. TNI adalah tentaranya rakyat, dan rakyat adalah miliknya TNI,” ungkap Sjafrie.

Pesan tersebut dianggap sebagai penegasan visi Prabowo untuk memperkuat kesolidan bangsa di tengah masa transisi pemerintahan yang masih dalam proses menemukan keseimbangan baru.

Simbol Kebersamaan Jelang Hari Besar TNI

Kehadiran Jokowi di kediaman Prabowo memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kunjungan pribadi. Momen ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan nasional dan bentuk penghormatan terhadap tradisi kebersamaan antara dua pemimpin yang sama-sama memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik dan pertahanan Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung tepat menjelang peringatan HUT ke-80 TNI menambah bobot simboliknya. Di tengah upaya Prabowo menyelaraskan arah kebijakan pertahanan nasional, silaturahmi ini menegaskan adanya kesinambungan dukungan dan koordinasi antara masa pemerintahan sebelumnya dan yang sedang berjalan.

Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, turut mengonfirmasi bahwa pertemuan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. “Pertemuan berjalan baik,” katanya tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Usai bertemu Jokowi, Prabowo melanjutkan agenda silaturahmi dengan sejumlah tokoh bangsa lainnya, termasuk Sjafrie. “Ini tadi ada pertemuan silaturahmi dengan para tokoh,” ujarnya singkat.

Dua Kali Bertemu dalam Sepekan

Menariknya, momen tersebut menjadi kali kedua dalam sepekan Prabowo memanggil Sjafrie. Sebelumnya, pada Kamis, 2 Oktober 2025, Sjafrie mendapat panggilan mendadak ke Istana Kepresidenan setelah menghadiri sailing pass kapal perang TNI AL di Kolinlamil, Jakarta Utara.

Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Daniel Lumadyo Wartoadi, membenarkan pembatalan agenda Sjafrie di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman karena adanya panggilan mendadak tersebut.
“Karena tugas mendesak, beliau harus ke Istana. Jadi kegiatan di RSPPN dibatalkan,” jelas Daniel.

Rangkaian pertemuan ini menandakan adanya dinamika politik dan pertahanan yang signifikan menjelang peringatan besar TNI. Walau tidak diungkapkan secara terbuka, kehadiran Jokowi di kediaman Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa komunikasi politik antar dua presiden tetap terjaga — sebuah simbol kontinuitas dan soliditas di tengah perubahan kepemimpinan nasional.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X