Bandung, SUARA PEMBARUAN - Sebagian publik di media sosial dihebohkan oleh beredarnya video dugaan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Bandung. Rekaman CCTV tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @thepaparock pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria diduga menendang pacarnya hingga tersungkur di teras sebuah rumah. Pengunggah menuliskan kecaman terhadap pelaku, bahkan menantangnya untuk bertemu dan diberi nasihat secara langsung.
Berdasarkan penelusuran, peristiwa itu terjadi pada 14 Februari 2026 sekitar pukul 21.53 WIB. Rekaman menunjukkan korban berinisial JC terjatuh setelah ditendang oleh pria berinisial NT yang mengenakan pakaian hitam. Tendangan tersebut tampak cukup keras hingga korban tidak berdaya.
Tidak hanya itu, dalam potongan rekaman lain sekitar pukul 23.07 WIB, keduanya kembali terlibat cekcok. Korban terlihat menangis dan berteriak histeris meminta pertolongan. Ironisnya, korban diduga kembali mendapat perlakuan kasar berupa pukulan dari terduga pelaku.
“Tolong, tolong,” terdengar teriakan korban sambil menangis kesakitan.
Video ini memicu reaksi keras warganet yang mengecam tindakan kekerasan dalam hubungan pacaran. Banyak yang mendesak agar kasus tersebut segera diproses secara hukum.
Setelah video kekerasan viral, muncul pula rekaman permintaan maaf dari NT. Dalam video tersebut, ia mengakui telah melakukan kekerasan selama tiga tahun hubungan mereka. Pengakuan itu mengejutkan publik karena menunjukkan dugaan kekerasan terjadi berulang.
NT juga mengaku kerap meminjam uang kepada korban karena kesulitan ekonomi. Ia berjanji akan melunasi utang serta tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, ia juga mengaku pernah berselingkuh dan menyebabkan trauma bagi korban.
“Aku minta maaf, sudah menyakiti dan bikin kamu trauma,” ujarnya.
Ia menyebut tindak kekerasan itu terjadi karena emosi yang tidak terkendali. NT berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di masa depan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia terkait kasus tersebut. Namun, publik berharap aparat segera menindaklanjuti laporan dan memberikan perlindungan kepada korban.
Artikel Terkait
Misteri Kematian Mahasiswa FH Unnes Iko Juliant Junior: Kecelakaan Lalu Lintas atau Dugaan Kekerasan Aparat?
Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Metro TV, Tim Advokasi Tuntut Transparansi Penegakan Hukum
Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Ledakan SMAN 72: Pelaku Tak Terhubung Jaringan Teror, tapi Terpapar Konten Kekerasan
Keluarga Arya Daru Bongkar Fakta Baru soal Jejak Hotel dan Luka Kekerasan, Desak Penyidikan Diusut Tuntas
Lindungi Mereka, Lawan Kekerasan: Sinergi Media, Keluarga dan Negara Selamatkan Anak dan Perempuan Papua