Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memastikan seluruh korban meninggal dunia dan korban luka akibat kecelakaan bus di Simpang Susun Krapyak mendapatkan penanganan maksimal dengan mengedepankan empati.Baca Juga: Kapolda Jateng Pastikan Pengamanan Nataru 2025-2026 Siap, Tinjau Stasiun Tawang Bersama Kapolri
Kepastian itu disampaikan saat Kapolda meninjau langsung Posko Disaster Victim Identification (DVI) di kamar jenazah RSUD dr Kariadi, Selasa (22/12/2025) pagi.
Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan bus PO Cahaya Trans yang melaju dari Bogor menuju Yogyakarta dan terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.Baca Juga: Firman Soebagyo Usul Terobosan Swasembada Pangan: Anggaran Cetak Sawah Dialihkan Beli Lahan Produktif
Bus dilaporkan hilang kendali lalu menabrak pagar pembatas jalan tol di Simpang Susun Krapyak, Semarang. Insiden tragis ini mengakibatkan 16 penumpang meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka-luka.
Sebanyak 15 korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Tugu.
Seluruh korban tewas saat ini menjalani proses pemulasaraan dan identifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Jawa Tengah di RS Kariadi. Adapun korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan, yakni RS Tugu, RS Columbia, dan RS Elisabeth Semarang.Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Wilayah Papua Maluku
Kapolda Jateng menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa kecelakaan ini menjadi keprihatinan bersama. Berdasarkan hasil pengecekan awal, kecelakaan merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal.
Pengemudi bus yang merupakan sopir cadangan dilaporkan selamat dan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.Baca Juga: GAPASDAP Bongkar Akar Macet Merak–Bakauheni: Bukan Kurang Kapal, Tapi Dermaga Tak Memadai
Penanganan kasus dilakukan oleh Unit Laka Polrestabes Semarang dengan dukungan Ditlantas Polda Jateng.
Biddokkes Polda Jateng bergerak cepat dengan menurunkan tim medis, evakuasi, serta Tim DVI yang juga membuka posko pelayanan bagi keluarga korban di RS Kariadi sebagai pusat informasi dan pendampingan.Baca Juga: Pertamina JBT Siaga Nataru, Ratusan SPBU hingga Serambi MyPertamina Disiapkan
Kapolda menegaskan, proses identifikasi dilakukan secara cermat dan profesional melalui metode post mortem dan ante mortem untuk memastikan ketepatan identitas sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, korban luka mendapatkan perawatan medis sesuai tingkat cedera masing-masing dengan pendampingan petugas.Baca Juga: Jelang Natal 2025, Wali Kota Semarang Ajak Tokoh Agama Perkuat Toleransi dan Kondusivitas Kota
Ia juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu, Polda Jateng berkoordinasi dengan Pemprov Jateng, pihak rumah sakit, serta Jasa Raharja guna memastikan santunan dan pemulangan jenazah berjalan lancar.Baca Juga: DPRD Provinsi Bengkulu Tetapkan Tujuh Nama Calon Anggota KPID
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun Rombongan Bus Warga Surabaya di Tol Malang–Gempol, Beberapa Penumpang Terluka
Dashcam Ungkap Kecelakaan Tragis di Jalur Ngawi–Solo, Satu Pemotor Tewas dan Satu Luka
Misteri Kematian Mahasiswa FH Unnes Iko Juliant Junior: Kecelakaan Lalu Lintas atau Dugaan Kekerasan Aparat?
Pedangdut Cantika Davinca Klarifikasi dan Janji Tanggung Jawab atas Kecelakaan Maut
Korban Tewas Elf Peziarah di Tanjakan Cae Bertambah, Polisi Telusuri Penyebab Kecelakaan Maut