Kegiatan Visiting Professor ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Tampak juga berbagai pihak akademisi, komunitas, atau organisasi tingkat nasional yang memiliki minat dalam bidang kajian filologi, sastra, dan budaya lokal bergabung dalam acara tersebut.
Kegiatan Visiting Professor menjadi bentuk nyata dari upaya Prodi S1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro untuk terus menghadirkan diskursus akademik yang berkualitas.
Beberapa professor dan doktor dari dalam dan luar negeri banyak diundang untuk menjadi narasumber sesuai dengan topik dan kepakarannya. Hal ini dimaksudkan juga untuk memperluas wawasan global untuk bagi civitas akademika, khususnya Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.
Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum. mengungkapkan bahwa Penyelamatan naskah Nusantara memiliki banyak kepentingan yang sangat signifikan, antara lain.
Pelestarian Sejarah dan Identitas.
Naskah nusantara menyimpan warisan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang membentuk identitas bangsa. Menyelamatkan naskah-naskah ini berarti melestarikan pengetahuan dan pengalaman generasi sebelumnya.
Sumber Pengetahuan. Naskah-naskah ini sering kali berisi informasi penting tentang ilmu pengetahuan, sastra, hukum, dan praktik budaya. Mempertahankan naskah tersebut memberikan akses ke sumber pengetahuan yang berharga bagi penelitian dan pendidikan.
Keberagaman Budaya.
Indonesia memiliki beragam suku, bahasa, dan budaya. Naskah-naskah yang ditulis dalam berbagai bahasa daerah mencerminkan keberagaman ini dan penting untuk memahami dinamika sosial dan budaya yang ada.