pendidikan

Kabar Baik untuk Industri Teh Hijau, Pakar UNDIP Kembangkan Pengering Vibro Nano Dehumidifikasi

Kamis, 18 Juli 2024 | 09:44 WIB


Meski demikian penerapan pengering vibro di industri teh hijau masih memungkinkan terjadi adanya peristiwa epimerisasi katekin menjadi isomer-isomer seperti produk intermediet theaflavin dan degradasi termal katekin.

Fenomena ini terjadi karena kondisi operasi pengering yang relatif cukup tinggi, menyebabkan senyawa-senyawa polifenol berubah menjadi theaflavin dan isomer-isomernya. Akibatnya, mengurangi kadar katekin teh hijau yang dihasilkan.


“Untuk itu, proses pengeringan sebaiknya dilakukan pada temperatur dan relative humidity yang rendah. yaitu dengan dehumidifikasi absorpsi. Dehumidifikasi udara sebagai media pengering menggunakan liquid dessicant CaCl2 yang didispersikan nano partikel CuO berpotensi untuk meningkatkan kualitas produk, dan efisiensi energi proses pengering,” terangnya.


Prof Eflita juga menambahkan, dehumidifikasi udara menggunakan liquid dessicant calcium chloride (CaCl2) berpotensi untuk meningkatkan kualitas produk, dan efisiensi energi proses pengering.


“Proses pengeringan yang didehumidifikasi absorpsi lebih cepat dibanding pengeringan konvensional, karena RH udara semakin rendah maka semakin banyak air yang teruapkan dan kesetimbangan kadar air akan tercapai lebih cepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengering berbasis dehumidifikasi absorpsi sangat mungkin diterapkan dalam produksi teh hijau sebagai fine powder untuk menghemat konsumsi energi dan meningkatkan produktivitas hingga Rp. 1.950/kg teh jadi,” kata Prof Eflita.


Tim yang tergabung saat ini telah bekerjasama dengan industri teh, Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung di Bandung Selatan dan PT. Rumpun Sari Medini untuk pengembangan produk komersial fine powder teh hijau.


“Semoga dalam waktu dekat bisa segera dikomersialisasi fine powder teh hijau di industri melalui riset terapan dan komersial, sehingga hasil riset ini nantinya bisa bermanfaat untuk masyarakat dan industri berbasis kosmetik fungsional, pangan fungsional, ready to drink, bakery, farmaseutical, dan flavor,“ pungkas Prof Eflita.*

Halaman:

Tags

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB