pendidikan

Menembus Hutan Demi Pendidikan, Ketulusan Guru Honorer SDK Wukur Dapat Dukungan PNM Peduli

Selasa, 19 Mei 2026 | 07:25 WIB


Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Di pelosok Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, perjuangan menuju ruang kelas bukanlah perjalanan yang mudah. Bagi Yustina Yuniarti, guru honorer di SDK Wukur, setiap langkah menuju sekolah adalah bentuk pengabdian yang dijalani dengan penuh ketulusan. Setiap hari, ia menempuh perjalanan sekitar enam kilometer melewati jalan setapak, kawasan hutan, dan medan terjal demi memastikan anak-anak di sekolah tersebut tetap mendapatkan pendidikan dan berani menggantungkan cita-cita.


Selama lebih dari satu dekade, Yustina memilih tetap mengabdi di tengah keterbatasan akses dan tantangan ekonomi. SDK Wukur yang menjadi tempatnya mengajar saat ini menaungi 34 siswa dengan delapan tenaga pendidik. Dalam kesederhanaan fasilitas yang ada, proses belajar mengajar tidak hanya ditopang oleh buku dan papan tulis, tetapi juga oleh dedikasi para guru yang setiap hari rela menempuh perjalanan panjang demi hadir di ruang kelas.


“Tidak banyak orang mau mengajar di sini karena kondisi jalan dan keterbatasan ekonomi. Tetapi kami tetap bertahan karena ini panggilan hati,” ungkap Yustina.


Kisah Yustina menggambarkan semangat para pendidik di daerah terpencil yang terus menjaga nyala pendidikan meski hidup dalam keterbatasan.

 

Ketulusannya sejalan dengan semangat para ibu nasabah Mekaar, perempuan prasejahtera yang berjuang tanpa banyak sorotan demi keluarga dan masa depan anak-anak mereka. Ada semangat yang sama: bekerja dengan hati, berjalan dalam sunyi, namun memberi dampak besar bagi kehidupan orang lain.


Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani melalui program PNM Peduli memberikan dukungan sosial kepada Yustina.

 

Bantuan ini menjadi simbol kepedulian terhadap para pendidik yang tidak hanya mengajar dengan pengetahuan, tetapi juga dengan kasih dan pengabdian.
PNM berharap dukungan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi Yustina dan para guru lainnya agar terus menjaga harapan anak-anak Indonesia, bahkan dari ruang-ruang kelas sederhana di pelosok negeri.


“Terima kasih kepada PNM yang sudah membantu saya. Dukungan ini sangat berarti dan menjadi semangat baru bagi saya untuk terus mendampingi anak-anak belajar di sini. Semoga perhatian seperti ini membuat kami semakin kuat menjalankan tugas dengan hati,” kata Yustina.


Bagi PNM, sosok seperti Yustina menunjukkan bahwa semangat pemberdayaan tidak hanya tumbuh di dunia usaha, tetapi juga hidup di ruang-ruang belajar sederhana, di perjalanan sunyi para guru, dan di setiap langkah kecil yang membuka masa depan generasi Indonesia.*

Tags

Terkini