PNM Sulap Pala Ngada Jadi Mesin Cuan Perempuan Desa, Ekonomi Lokal Makin Berkembang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 13 Mei 2026 | 11:56 WIB
PNM dorong perempuan desa di Ngada olah pala bernilai tinggi lewat program klasterisasi berbasis potensi lokal.
PNM dorong perempuan desa di Ngada olah pala bernilai tinggi lewat program klasterisasi berbasis potensi lokal.

 

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Kabupaten Ngada di Nusa Tenggara Timur mulai menunjukkan potensi besar sebagai sentra pengembangan komoditas pala berbasis pemberdayaan perempuan.

 

Melalui program klasterisasi usaha, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha dari hasil kekayaan alam lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.


Program ini dijalankan melalui kolaborasi PNM bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai upaya memperkuat ekonomi perempuan desa melalui pengembangan usaha berkelanjutan berbasis potensi daerah.


Selama ini, pala di Ngada masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah. Padahal, komoditas tersebut memiliki peluang pasar luas jika diolah menjadi produk bernilai tambah dengan kualitas yang lebih baik.


Direktur Utama Permodalan Nasional Madani, Kindaris, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus komunitas di daerah pedesaan.


Menurutnya, PNM ingin membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki daerah masing-masing, termasuk komoditas pala di Kabupaten Ngada.


Melalui program klasterisasi ini, para pelaku usaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, mendapatkan pendampingan mulai dari budidaya pala, pengolahan hasil panen, pengemasan produk, hingga penguatan akses pasar.


Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk masyarakat sekaligus memperbesar peluang usaha yang berkelanjutan.


Selain memperkuat ekonomi keluarga, pengembangan klaster pala juga dinilai menjadi ruang pemberdayaan sosial bagi perempuan desa. Program ini turut mendukung konsep One Village One Product (OVOP), yakni pengembangan ekonomi desa berbasis produk unggulan lokal yang memiliki daya saing.


PNM berharap pengembangan klaster usaha berbasis potensi daerah dapat membantu masyarakat mengoptimalkan kekayaan alam lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X