pendidikan

Wamen Stella Usulkan Program MBG Jadi Media Belajar Matematika dan Bahasa Inggris

Senin, 11 Agustus 2025 | 08:13 WIB
Wamendikti Saintek, Stella Christie memberi ide untuk siswa belajar Bahasa Inggris dan Matematika lewat sajian menu MBG. (Instagram.com/@kemdiktisaintek.ri)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan manfaat lebih luas dari sekadar pemenuhan gizi anak. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Bidang Sains dan Teknologi, Stella Christie, menilai program ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran matematika dan bahasa Inggris jika dikemas dengan pendekatan kreatif.

Pernyataan itu ia sampaikan saat mengunjungi stan Badan Gizi Nasional (BGN) di ajang Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat.

Menurut Stella, setiap hari adalah kesempatan berharga untuk menanamkan pengetahuan baru pada anak. Melalui MBG, siswa tak hanya memperoleh asupan gizi yang memadai, tetapi juga bisa belajar menghitung serta mengenal kosakata bahasa Inggris dari menu makanan yang disajikan.

“Dengan MBG, anak-anak tidak hanya mendapat gizi yang baik, tapi juga bisa belajar matematika dan bahasa Inggris lewat jenis makanan yang mereka terima,” ujar Stella di Bandung, Sabtu (9/8/2025).

Ia menambahkan, program ini berpotensi meningkatkan motivasi, melatih daya ingat, dan mendorong semangat belajar siswa. Berdasarkan kajian ilmiah, MBG dapat menjadi sarana efektif untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan anak.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa kehadiran siswa di sekolah meningkat signifikan sejak program MBG berjalan. Data BGN menunjukkan, tingkat kehadiran yang sebelumnya berkisar 70–80 persen kini naik hingga 95 persen.

Dadan juga membagikan kisah dari Papua, di mana seorang cucu yang biasanya harus dibangunkan neneknya kini justru lebih dulu bangun pagi karena bersemangat ingin mendapat MBG. Di Warungkiara, Sukabumi, para siswa pun menunjukkan konsentrasi dan semangat belajar yang lebih baik setelah menerima MBG secara rutin.

Menurutnya, manfaat MBG terasa nyata terutama di wilayah Indonesia Timur dan daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar), sehingga program ini perlu terus diperkuat.

Tags

Terkini