Jatim Siap Jadi Pelaksana Pertama Beras Fortifikasi Untuk MBG

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 21:36 WIB
Pertukaran cinderamata antara Gubernur Jatim Khofifah Ibdar Parwansa dengan Saskia de Pee, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam. (Ist)
Pertukaran cinderamata antara Gubernur Jatim Khofifah Ibdar Parwansa dengan Saskia de Pee, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam. (Ist)

 

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Senior Advisor Analytics & Science for Food & Nutrition at the Nutrition and Food Quality Service United Nations WFP, Saskia de Pee, menemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia, ingin mendukung program pemerintah terutama makan bergizi gratis (MBG) melalui beras fortifikasi.

"Kami mendiskusikan kemungkinan untuk memasukkan beras fortifikasi ke dalam program MBG yang merupakan program pemerintah saat ini," ujarnya, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam.

Menurutnya, penggunaan beras fortifikasi (beras yang tekah diperkaya vitamin dan mineral) dalam program MBG, diharapkan, dapat memberi penambahan gizi untuk anak-anak. Sehingga meningkatkan pertumbuhan perkembangan dan juga human capital atau sumber daya manusia Indonesia untuk jangka panjang.

"Dengan adanya beras fortifikasi yang diproduksi secara masif melalui program ini, akan menekan atau menurunkan harganya sehingga menjadi lebih terjangkau," jelasnya.

"Ini merupakan intervensi yang bukan hanya penting bagi pendidikan tapi juga bagi kesehatan dan juga gizi untuk anak Indonesia yang lebih baik kedepannya," katanya.

Regulasi Resmi

Dalam kesemoatan sama Khofifah menyampaikan kesiapan Jatim menjadi pelaksana pertama beras fortifikasi untuk meningkatkan gizi anak melalui MBG. Namun, ia, menekankan, langkah tersebut harus dilandasi payung hukum dan regulasi resmi dari pemerintah pusat agar pelaksanaannya sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.

Khofifah pun meminta WFP yang nerupakan badan kemanusiaan terbesar di dunia dan beroperasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memaparkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, BGN dan pemerintah pusat.

Paparan tersebut tentang berbagai kandungan yang dihasilkan dalam beras fortifikasi. Termasuk manfaatnya dalam penurunan stunting dan membantu berbagai program yang sukses di berbagai penjuru dunia. Seperti program makan gratis di Negara India.

"Kita siap menjadi implementor pertama jika pemerintah pusat merevisi aturan/regulasi maupun kebijakan terhadap Beras Fortifikasi," tegasnya.

Turut hadir, Regional Project Coordinator for Large-scale Food Fortification Program, WFP Asia Pacific Regional Office (APARO), Bangkok, Thailand Sakshi Jain. Programme Policy Officer (Rice Fortification), WFP Indonesia Country Office (Jakarta) Hizkia Respatiadi. Programme Policy Officer (Nutrition Social Behavior Change and Communication / SBCC), WFP Indonesia Country Office (Jakarta) Agatha.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X