Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng mengatakan, dirinya bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, untuk bertukar pengalaman dan keilmuan. Pasalnya, dari sisi ekonomi, Jawa Timur merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, dengan kontribusi lebih dari 14,42% terhadap PDB nasional.
Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada Triwulan I tahun 2025 mencapai 5,00% (y-o-y), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 4,87%.
Bersama rombongan berjumlah 48 orang dari 31 institusi, kedatangan Duta Besar Singapura ini dilaksanakan dalam rangka Dialog Session of Singapore Public Sector Leader to Senior Management Programme.
Dalam kesempatan ini dilakukan diskusi terkait kepemimpinan dan kolaborasi lintas negara di sektor pendidikan, kesehatan dan, investasi.
"Hari ini saya membawa beberapa delegasi untuk menyaksikan secara langsung perkembangan yang ada di Jawa Timur sebagai ekonomi terbesar nomor dua di Indonesia," ungkap Kwok, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (1/8/2025).
Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, pihaknya juga mendatangi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE dan juga Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS). Sehingga, mereka dapat melihat center of excellence di Jawa Timur.
Tata Kelola Pemerintahan
Sementara itu Khofifah menegaskan, Singapura patut menjadi rujukan tata kelola pemerintahan yang baik, karena pencapaiannya yang luar biasa dalam indeks daya saing dan inovasi global.
Berdasarkan World Competitiveness Booklet 2024, Singapura menduduki peringkat 1 di ASEAN, peringkat 4 dunia menurut Global Innovation Index 2024, serta peringkat 2 dunia dalam IMD World Talent Rankings 2024, di bawah Swiss.
Sementara itu, Indonesia juga mencatatkan kemajuan positif dengan kenaikan signifikan ke peringkat 27 dunia dalam IMD World Competitiveness Ranking (WCR) 2024, naik tujuh posisi dari tahun sebelumnya.
“Melihat posisi strategis Singapura, kami berharap ada proses transfer pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkuat SDM birokrasi di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujar Khofifah.
Gubernur mengatakan, nantinya akan ada kunjungan balik dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Singapura pada November 2025. Di mana, Singapura akan memberikan short course untuk tim manajemen kesehatan di rumah sakit, investasi, reformasi birokrasi serta para kepala sekolah.
“Kemudian short course untuk investasi dan reformasi birokrasi. Kita berharap transformasi pengetahuan dan pengalaman yang baik dari Singapura untuk melakukan penguatan inovasi, penguatan daya saing, dan talent ranking untuk semua birokrat kita, kepala sekolah, dan layanan kesehatan," katanya.
Ia, optimistis, kolaborasi strategis ini akan memperkuat posisi Jawa Timur dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan efektivitas pemerintahan melalui SDM yang kompeten dan adaptif.
Artikel Terkait
Jurnalis Kantor Gubernur Jatim Tanam 100 Batang Buah-buahan di Gunung Lorokan
Gubernur Jatim: Di Jember Ketersediaan BBM Lebihi Kapasitas, Bahan Pokok Stabil
Jatim Expo, Landmark Event Kelas Dunia dari Jantung Kota Surabaya