Misi Dagang Jatim-Lampung Bukukan Transaksi Rp1,055 Triliun

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 22:26 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Mirzani Djausal, dalam misi dagang dan investasi di Kota Bandar Lampung, Kamis (7/8/2025). (Ist)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Mirzani Djausal, dalam misi dagang dan investasi di Kota Bandar Lampung, Kamis (7/8/2025). (Ist)

 

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Misi Dagang dan Investasi antara Jawa Timur dengan Provinsi Lampung, membukukan transaksi Rp1,055 Triliun. Capaian ini meningkat dibandingkan dengan gelaran tahun 2023 lalu, sebesar Rp. 285,52 miliar.

"Ini merupakan hasil sinergi dan kepercayaan antardaerah dalam mendukung produk dalam negeri,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa,
Kota Bandar Lampung, Kamis (07/08/2025).

Adapun sejumlah produk asal Jatim yang menjadi incaran dalam forum dagang ini antara lain rokok, kopi, gula merah tebu, aneka seafood, anak ayam petelur (DOC & Pullet), ternak sapi, liquid brown sugar, benih tanaman pangan & hortikultura, arang batok kelapa, mesin las, merchandise dan rempah jahe.

Di sisi lain, Lampung memperkuat posisinya sebagai lumbung komoditas bahan baku dengan menonjolkan produk seperti rajungan kupas, karet lumb, aneka udang & pangasius, arang batok kelapa, udang vaname dan jagung.

"Misi dagang ini adalah ikhtiar bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi domestik. Kita ingin memperbesar pangsa pasar komoditas unggulan daerah dan membuka peluang investasi baru antarprovinsi," katanya.

Jatim mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp. 11,03 triliun terhadap Lampung, menandai tingginya daya saing produk Jatim sekaligus besarnya kebutuhan akan bahan baku dari wilayah Sumatera.

Sementata itu, Gubernur Lampung Mirzani Djauzal menyampaikan, Jatim merupakan mitra kerja sama yang strategis karena telah memiliki ekosistem industri yang kuat dan mampu melakukan hilirisasi berbagai komoditas unggulan, terutama dari sektor pertanian.

Mirzani menekankan pentingnya sinergi antar provinsi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Lampung, lanjutnya, membutuhkan dukungan pasokan dan bibit tanaman pangan, khususnya jagung, dari Jatim yang telah terbukti menjadi sentra pertanian yang maju dan produktif.

"Jatim sudah kuat industrinya, bahkan sudah mampu melakukan hilirisasi produk-produk pertanian. Kami di Lampung masih sangat membutuhkan tanaman-tanaman pangan seperti jagung. Kami mohon bantuan untuk bisa mensupport bibit-bibit unggul agar produksi kami bisa lebih maksimal," pungkasnya.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X