Dalam pembelajaran dan kurikulum Magister Desain kita sudah mengintegrasikan Artificial Intelligence dan Sustainability. Hal ini sebagai wujud kami menerapkan sustainability dan tidak meninggalkan teknologi yang ada.
“Harapan saya ke depannya nanti akan banyak peminat Magister Desain dan terus meningkat, sehingga UMN diakui secara global dan bisa mencapai World Class University”, ucap Friska.
Friska mengatakan, program studi Magister Desain nantinya akan selaras dengan rencana universitas dan kebutuhan industri. Dia berharap nantinya lulusan Magister Desain UMN memiliki kompetensi dalam penguasaan teknologi dan green skills.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Bantuan Tempat Sampah ke DLH Demak
Dekan Fakultas Seni dan Desain Muhammad Cahya Mulya Daulay, menambahkan, program Magister Desain UMN menitikberatkan pada pendekatan interdisipliner dalam keilmuan desain, dengan fokus pada isu keberlanjutan dan teknologi digital.
Desain diposisikan sebagai metode strategis untuk merancang, merencanakan, dan diharapkan menciptakan kehidupan yang lebih baik, melalui artefak maupun sistem dan layanan yang dirancang secara terencana.
“Tanpa memandang latar belakang keilmuan sebelumnya, setiap mahasiswa akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang cara berpikir desain (design thinking)”, ujar Cahya.
Bagi Cahya, penekanan pada isu sustainability bukan hanya tren dan jargon semata, namun pola pikir yang strategis.
Baca Juga: PGN Genjot Infrastruktur Gas Bumi, Sambungkan Nusantara dari Barat ke Timur
Segala tindakan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan sekadar solusi sesaat yang mengabaikan akibat di masa depan. Tidak terbatas pada isu lingkungan, namun juga mencakup sistem, layanan, dan artefak yang digunakan manusia sehari-hari.
“Di sinilah peran desain menjadi krusial. Proses merancang merupakan ikhtiar untuk menciptakan solusi berkelanjutan, baik sebagai fondasi baru maupun sebagai upaya merestorasi objek atau sistem yang telah ada agar memiliki usia guna dan nilai manfaat yang lebih panjang,” tutur Cahya.
Cahya berharap Program Magister Desain UMN menjadi wadah lahirnya intelektual desain, pemikir, dan pelaku yang memanfaatkan ilmu dan keterampilannya, dan mencetak problem solver untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dengan pendekatan desain yang strategis dan kontekstual. *