PGN Genjot Infrastruktur Gas Bumi, Sambungkan Nusantara dari Barat ke Timur

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 10 Juli 2025 | 18:12 WIB

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi nasional, dengan fokus utama pada peningkatan konektivitas dan keandalan pasokan.

Langkah strategis ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah sebagaimana tertuang dalam berbagai dokumen perencanaan seperti RIJTDGBN dari Kementerian ESDM dan BPH Migas, RPP KEN, serta RPJMN dari Bappenas.

“Melalui strategi GAS (Grow-Adapt-Step Out), PGN mengembangkan infrastruktur terintegrasi yang mampu menghubungkan sumber pasokan gas bumi dengan para pengguna akhir, termasuk menyiapkan alternatif seperti LNG dan CNG,” ujar Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko dalam forum Joint Convention Semarang 2025.

Di kawasan Indonesia bagian barat, PGN telah mengoperasikan jaringan utama seperti Pipa Transmisi Sumatera–Jawa, FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat, dan fasilitas LNG Arun yang kini menjadi tulang punggung distribusi gas nasional. Bila Pipa Dumai–Sei Mangkei rampung, PGN siap mengoptimalkannya untuk memperkuat sistem pasok.

Penyambungan jaringan dari Aceh hingga Jawa Timur akan terwujud dengan tuntasnya pembangunan ruas Pipa Dumai–Sei Mangkei dan Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II. Ini akan memperluas jangkauan gas bumi, baik untuk sektor industri maupun jaringan gas rumah tangga (jargas).

“PGN juga tengah membangun Pipa Gas Tegal–Cilacap guna menjangkau konsumen di wilayah selatan Jawa. Kami ingin menangkap potensi di sepanjang jalur tersebut agar pemanfaatan gas meningkat,” jelas Arief.

Selain itu, pengembangan jaringan gas untuk rumah tangga dan UMKM terus dijalankan. Langkah ini mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Demi mendukung pemanfaatan LNG secara lebih luas dan berkelanjutan, PGN juga tengah mengembangkan LNG Hub di Arun melalui revitalisasi tangki lama serta pembangunan fasilitas baru.

Proyek ini akan memperkuat pasokan LNG untuk berbagai sektor pelanggan dan mendukung rencana pembangunan terminal penerimaan LNG di Jawa.

“Khusus di Indonesia Timur, penggunaan terminal LNG sangat relevan mengingat kondisi geografis kepulauan. PGN sudah mulai hadir di wilayah tersebut dan membuka peluang kolaborasi agar gas bumi bisa lebih merata dinikmati,” lanjut Arief.

Permintaan gas di kawasan timur Indonesia cukup menjanjikan, terutama dari sektor industri, kelistrikan, dan smelter. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah gasifikasi LNG untuk pembangkit listrik di Papua Utara yang bekerja sama dengan PLN EPI.

“Infrastruktur gas bumi yang kuat dengan dukungan pemerintah akan membuka akses energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Arief.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X