Menurut Prof. Masrukhi, kemajuan kampus tak bisa semata-mata diukur dari gedung megah. Lebih dari itu, kualitas SDM adalah fondasi utama. Unimus mendirikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk membina dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, studi lanjut, serta sertifikasi.
Unimus juga aktif memperluas jaringan global melalui kerja sama dengan kampus dalam dan luar negeri, mendukung program mobilitas internasional, riset bersama, serta penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berbasis teknologi dan penguatan karakter.
Nilai-Nilai DIGDAYA dan Karakter Muhammadiyah
Dalam upayanya menjadi universitas berkarakter dan bereputasi global, Unimus mengusung nilai DIGDAYA, akronim dari:
Dignity (Karomah)
Delightful (Menyenangkan)
Authority (Berwibawa)
Youthful (Futuwah)
Awesome (Menakjubkan)
Nilai-nilai tersebut dijiwai oleh karakter Islami khas Muhammadiyah, dirumuskan dalam konsep “Ber-MUHAMMADIYAH”, yang menekankan tauhid, amanah, loyalitas, dakwah, hingga profesionalisme. Pendidikan karakter ini ditanamkan sejak awal mahasiswa bergabung.
Pemimpin Visioner dan Konsisten di Dunia Pendidikan
Prof. Dr. Masrukhi, lahir di Tegal pada 8 Mei 1962, dikenal sebagai tokoh pendidik yang konsisten mengabdi. Ia masih aktif sebagai Guru Besar Pendidikan Moral di Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan di sana. Tak hanya itu, ia terlibat dalam berbagai organisasi pendidikan Muhammadiyah di tingkat provinsi.
Kampus Aman, Bebas Perundungan, dan Penuh Empati
Kebijakan ramah mahasiswa menjadi keunggulan Unimus yang menonjol. Selain menyediakan fasilitas fisik lengkap, kampus ini menekankan keamanan psikologis dan sosial bagi seluruh civitas akademika. Sistem pelaporan kekerasan yang transparan, pendampingan psikologis, dan pembinaan karakter menjadikan Unimus sebagai zona bebas perundungan (zero bullying).
Unimus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter: lulusan yang cerdas, empatik, dan berjiwa sosial tinggi.