Gubernur menegaskan bahwa pendidikan di Bengkulu harus tetap berjalan sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu menciptakan generasi yang berkualitas. Anggaran pendidikan seharusnya lebih banyak dialokasikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, kesejahteraan guru, serta pengembangan sarana dan prasarana sekolah, bukan untuk kegiatan seremonial yang membebani masyarakat.
Sebelumnya, sejumlah daerah di Indonesia juga mulai menerapkan kebijakan serupa, mengingat polemik yang muncul terkait studytour dan wisuda yang bersifat komersial. Pemerintah pusat sendiri telah beberapa kali mengeluarkan imbauan agar sekolah lebih bijak dalam mengadakan kegiatan di luar pembelajaran formal.
Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan : Puluhan Pejabat Pemprov Bengkulu Dinas Luar ke Bali Disanksi Tegas
Gubernur Helmi Hasan menutup pernyataannya dengan harapan bahwa kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi sistem pendidikan di Bengkulu. "Demikian, terima kasih untuk atensinya. Semoga Allah SWT menolong kita dalam menggapai ridho dan ampunan-Nya," ujar Helmi Hasan.
Dengan langkah ini, diharapkan sekolah-sekolah di Bengkulu dapat lebih fokus dalam memberikan pendidikan yang berkualitas tanpa menambah beban bagi wali murid.(*)