"Contoh ya, di Warung Kiara seperti Bojong Koneng ada satu anak masing-masing yang fobia nasi, dan itu diperhatikan. Kemudian kami sekarang sudah melayani SLB, itu pun juga kebutuhan menunya diperhatikan oleh ahli gizi," imbuhnya.
"Kemudian kami dapat laporan dari Papua bahwa banyak yang alergi, maka alerginya kita identifikasi supaya tidak diberikan makanan yang menimbulkan alergi," sambungnya.*
Artikel Terkait
Mengapa Makan Bergizi Gratis di Kendari Masih Pakai Uang Pribadi Prabowo? Ini Alasannya!
Terlibat di Dapur Makan Bergizi Gratis, Warga: Ini Membuka Lapangan Pekerjaan
Pelaku Kuliner Lokal Bersyukur Terlibat Makan Bergizi Gratis
Taruna Ikrar Kepala BPOM RI Jumpa Menteri Kelautan Dukung Program Prabowo Makan Bergizi
DPD Usul Makan Bergizi Gratis Dibiayai dari Zakat, Istana: Memalukan!