MBG Menuai Keharuan: Tangis Siswa Hingga Teringat Ibu yang Belum Makan di Rumah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 13 Januari 2025 | 10:14 WIB
Potret Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka saat membagikan sekotak susu untuk para siswa di Pasar Tradisional Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Instagram.com/@gibran_rakabuming)
Potret Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka saat membagikan sekotak susu untuk para siswa di Pasar Tradisional Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Instagram.com/@gibran_rakabuming)

Dalam kesempatan berbeda, terdapat kisah seorang siswa SD di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) yang tak kuasa menahan tangisannya melihat hidangan 'mewah' dari Program MBG, pada Selasa, 7 Januari 2025.

Siswa SD Karo itu tampak menangis tersedu karena mengingat orang tuanya di rumah yang kekurangan makanan.Baca Juga: Harga Kopi Biji di Bengkulu Masih Tinggi, Petani Sambut Gembira Jelang Panen Raya

"Senang dapat makanan, namun ingat Mama dan Bapak di rumah. Mau makan sama Mama soalnya lagi sakit," tuturnya.

Mengenai pekerjaan ibu dan ayahnya, sang siswa menjelaskan keduanya bekerja sebagai buruh tani di ladang warga setempat.

"Mama aron (buruh tani), bapak kadang kerja, kadang tidak," ungkapnya sambil menghapus air mata.

Siswi SD Palembang: Mama Mengepel di Rumah Orang

Kisah mengharukan terjadi saat uji coba program MBG di SD Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Senin, 11 November 2024 lalu.Baca Juga: Harga Tomat di Kota Bengkulu Anjlok Rp 5.000/Kkg

Seorang siswi tampak tak ingin membawa pulang makan siang gratis yang dibagikan oleh Polda Sumsel.

Terungkap siswi itu tinggal bersama sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga sementara ayahnya telah meninggal dunia.

Plt Kasubag Renmin Ditresnarkoba Polda Sumsel, AKP Yetty Gultom menyebut kotak makanan itu tak disentuh oleh siswi tersebut.

"Kenapa tidak dimakan, sayang?" ujar Yetty kepada seorang siswi yang tampak dalam unggahan Instagram @ditresnarkobapoldasumsel, pada 11 November 2024.Baca Juga: JK Bertolak ke London Hadiri Retret Pemikiran untuk Minoritas Muslim di Seluruh Dunia  

"Untuk mama, mama mengepel di rumah orang," jawab seorang siswi SD Palembang.

Berkaca dari hal itu, Yetty menuturkan pihaknya akan memberikan bantuan ke kediaman Devi.

"Artinya program ini bagus, bukan kasihan tapi lebih kepada berbagi kasih untuk masyarakat miskin," terang Yetty.

"Insya Allah kalau sudah diizinkan pimpinan mau ke rumahnya (seorang siswi) rencana mau beri bantuan tali asih," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X