Prodi Komunikasi Jadikan Sasaran Kuliah Lapangan
GOWA-Suarapembaruan.news. Bollangi, nama suatu dusun di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang masih memegang teguh budaya Bugis di tengah etnis Makassar
Dusun tersebut menjadi sasaran Program studi (prodi) Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis (16/5/2024) menggelar Kuliah Lapangan dan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di lokasi tersebut.
Dusun Bollangi salah satu diantara enam dusun yang ada di Desa Timbuseng yakni; Bollangi, Tamalate, Koccikang, Balangpapa, Parassui dan Palemba. Saat ini jumlah penduduk Dusun Bollangi sekitar 600 jiwa tergabung dalam 300 KK.
Dusun ini terbilang unik karena warganya turun temurun masih memelihara budaya leluhurnya, Bugis dan tidak banyak berpengaruh dengan kehidupan masyarakat Makassar, Gowa dimana dusun itu berada.
Inilah yang menarik hingga dijadikan sasaran kuliah lapangan untuk mahasiswa mata kuliah Sosiologi Komunikasi dengan dosen pengampu, Dr Muhammad Yahya, M.Si, pesertanya adalah mahasiswa semester 4. Kuliah lapang ini sekaligus menyukseskan program pemerintah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
"Mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat Bugis Bollangi, mengamati dari dekat interaksi keseharian serta kemampuan mereka merawat dan mewariskan kebudayaan dan peradaban Bugis dalam kurun waktu ratusan tahun," jelas Muhammad Yahya saat menerima peserta kuliah lapangan di rumah Kepala Dusun Bollangi.
Pada kuliah lapangan ini mahasiswa juga melakukan sosialisasi kampus dengan membagi brosur dan kalender Unismuh Makassar 2024 serta buku agenda kepada kepala Dusun Bollangi dan kepala SD Satu Atap Ganrang Jawa II Bollangi serta masyarakat lainnya.
Selama di lokasi, mahasiswa angkatan 2022 tersebut akan mengamati dan wawancara Kepala Dusun Bollangi, tokoh masyarakat dan guru SD Satu Atap Ganrang Jawa II Bollangi.
Suasana dusun tampak diwarnai nuansa Bugis yang tersaji dalam kehidupan keseharian warganya, termasuk bahasa Bugis dengan logat Bone, rumah-rumah panggung khas Bugis juga banyak ditemukan di lokasi tersebut, sementara keberadaannya di tengah masyarakat Gowa yang didominasi etnis Makassar.
Uniknya, di SD Satu Atap (Satap) juga bahasa pengantar yang sering dipakai dalam pembelajaran di dalam kelas adalah bahasa Bugis pada jenjang SD.
Dokumentasi Budaya
Mahasiswa peserta kuliah lapangan yang turun ke dusun tersebut dibagi dalam lima kelompok, mereka diwajibkan membuat video tentang kehidupan orang Bugis Bollangi serta jejak-jejak kehadiran awal di Dusun Bollangi, video yang dibuat akan sangat berguna menjadi dokumentasi budaya.
Kepala Dusun Bollangi Gowa, Asriadi menyambut gembira kedatangan mamahasiswa, dia menyampaikan rasa syukur karena mahasiswa ilmu komunikasi Unismuh mau menjadikan dusunnya sebagai lokasi kuliah lapangan.