Ungkapkanlah Kalimat yang Lembut dan Indah Saat Berbicara dengan Anak

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Jumat, 3 Mei 2024 | 09:48 WIB
Didik Anak-Anak dengan Lemah Lembut. [ SuaraPembaruan.News] Foto: Mediakita
Didik Anak-Anak dengan Lemah Lembut. [ SuaraPembaruan.News] Foto: Mediakita

Beliau juga meminta para orangtua untuk berhati-hati mengucapkan sumpah atau doa untuk anak-anaknya. Bisa jadi doa atau ungkapan buruk yang terlontar bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa. Sehingga, doa buruk malah terkabul. Ini sangat menyesalkan. Karenanya ungkapkanlah perkataan baik dan dengan lemah lembut.

Sebagaimana dalam sebuah hadits panjang di kitab Shahih Muslim.  “ Ada seorang lelaki yang berucap kepada untanya, " Hus (kalimat hardikan kepada unta agar jalannya cepat), semoga Allah melaknatmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “ Siapa yang melaknat untanya itu?”  Lelaki itu menjawab, “ Aku, wahai Rasulullah.”

Baca Juga: Paksakan Diri dan Tekun Menjalankan Perkara Ibadah Syariat Islam

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “ Turunlah (dan turunkanlah barang-barangmu darinya. Janganlah Engkau menyertai sesuatu yang terlaknat. Janganlah engkau mendoakan keburukan untuk dirimu sendiri. Janganlah Engkau mendoakan keburukan kepada anak-anakmu. Janganlah engkau mendoakan keburukan pada harta-hartamu . Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat di mana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu para orangtua atau handai tolan, diminta berhati-hati dalam memanggil atau menyebut nama anak, pilihlah ungkapan yang penuh kebaikan. Hindari menyumpahi anak dengan kata-kata yang buruk seemosi apapun. Jangan sampai terlontar dari mulut orangtua sumpah buruk pada anak yang bisa jadi kenyataan. Perkataan baik adalah juga perbuatan baik.

Allah berfirman;” Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.(QS.Al Isra :7) . Mulai sekarang kita akan berkata dan berbuat kemuliaan dengan kelembutan tingkah laku dan kata.(*)
Penulis: Bangun Lubis

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X