Yogyakarta, suarapembaruan.news - Pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) by Subject tahun 2024, menempatkan Program studi Kedokteran di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Uiversitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ke dalam ranking 359 dunia.
Pemeringkatan ini menurut Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Dr dr Lina Choridah, Sp.Rad(K), menjadi tantangan untuk dapat terus berusaha meningkatkan ranking FK-KMK UGM di tingkat nasional maupun internasional. “Keberhasilan ini bisa menjadi suatu pencapaian yang membanggakan, namun juga sekaligus menjadi tantangan bagi kami di FK-KMK UGM untuk meningkatkan mutu dan reputasi kami dengan lebih baik lagi kedepannya,” ujar Lina kepada wartawan, Kamis (2/5).
Menurutnya, keberhasilan masuk ke peringkat dunia ini tidak lepas dari kegiatan Tri Dharma yang unggul dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi informasi, serta terintegrasi dalam Academic Health System untuk meningkatkan status kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat. FK-KMK UGM sendiri, kata Lina, sudah memiliki Kebijakan Strategis 2023 - 2027 yang salah satunya memuat internasionalisasi dan penolok ukur dengan institusi program terkemuka di dunia, terutama untuk menunjang program-program yang berbasis teknologi kedokteran dan kesehatan yang berorientasi transdisiplin dan bersifat translasional. “Untuk mendukung hal tersebut, FK-KMK UGM telah menjadi penyelenggara riset yang mendukung terciptanya publikasi berkualitas tinggi, memberikan dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, Lembaga QS WUR menggunakan lima indikator untuk menilai peringkat bidang studi terkait dengan reputasi akademik, reputasi lulusan, sitasi per jurnal ilmiah, indeks produktivitas, dan dampak hasil publikasi, serta kerja sama publikasi internasional. Pada bidang akademik, FK-KMK mempunyai berbagai program penunjang salah satunya yaitu inovasi pada guest lecture. “Di masa lampau, kegiatan guest lecture hanya melibatkan narasumber dari luar. Namun, saat ini kami menghadirkan terobosan dengan melakukan kolaborasi dengan universitas atau lembaga tempat narasumber berasal,” paparnya.
Perbaikan kurikulum secara berkelanjutan FK-KMK UGM sebagai langkah percepatan pencapaian kompetensi mahasiswa. Berbagai upaya tersebut meliputi mengidentifikasi kebutuhan program pendidikan, menentukan hasil atau capaian pembelajaran, isi kurikulum terlebih dahulu disepakati oleh tim perancang, dilakukan evaluasi dari kurikulum, penetapan strategi pendidikan, metode pembelajaran, dan metode penelitian, mengkomunikasikan kepada seluruh stakeholder, menciptakan lingkungan belajar yang tepat, dan melibatkan penjaminan mutu yang ketat.
“Hibah penelitian telah diprioritaskan pada RKAT dan dari kami juga menambah support seperti langganan layanan proofread dan check grammar,” paparnya.
Untuk memperkuat reputasi lulusan, Lina menjelaskan bahwa FK-KMK UGM terus memperkuat lingkungan akademik untuk menjamin lulusan yang berkualitas dan mendorong pengembangan keilmuan. Saat ini, lebih dari 75% dari staf pengajar di FK-KMK UGM telah mencapai tingkat guru besar. “Dari total 640 tenaga pengajar, sekitar separuhnya juga telah mencapai gelar doktor, sementara sisanya telah menjabat sebagai SP2 atau konsultan,” ujarnya. (*)
Artikel Terkait
Kolaborasi Musik Perdana GIK UGM dan Erasmus Huis
Puspar UGM: Mudik Lebaran, Potensial Bangkitkan Ekonomi Daerah Tujuan
FMIPA UGM Luncurkan Japan Career Center