Puspar UGM: Mudik Lebaran, Potensial Bangkitkan Ekonomi Daerah Tujuan

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Jumat, 29 Maret 2024 | 21:55 WIB
Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM Destha Titi Raharjana. (Ist)
Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM Destha Titi Raharjana. (Ist)

 

 

 

Yogyakarta, suarapembaruan.news – Tradisi mudik Lebaran di Indonesia akan memberikan dampak multiplier effect bagi perekonomian bagi daerah tujuan mudik. Bahkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI memperkirakan sebanyak 193,6 juta penduduk akan melakukan mudik lebaran tahun ini, atau naik sekitar 60 persen dibanding tahun 2023 lalu.

Pandangan itu disampaikan Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada, Destha Titi Raharjana di uGM Yogyakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya, setiap pemudik adalah wisatawan yang akan berkesempatan mengunjungi destinasi wisata dan membelanjakan uangnya sepanjang perjalanan sehingga membangkitkan kegiatan usaha UMKM. “Kegiatan mudik lebaran bisa meningkatkan sektor pariwisata. Selain tujuannya pulang kembali ke kampung halaman, para pemudik yang berkesempatan melihat daya tarik wisata  sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat sekitar,” kata Destha.

Selain menambah pendapatan asli daerah lewat tiket masuk wisata dan parkir, arus mudik juga dapat meningkatkan belanja masyarakat dan konsumsi rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah bersama penyedia jasa serta pelaku wisata memastikan tumbuhnya ekosistem pariwisata yang nyaman bagi pengunjung dalam rangka mewujudkan destinasi wisata yang bertanggung jawab.  “Pelaku usaha jasa wisata harus mampu melayani secara proporsional, jangan sampai merusakan citra wisata hanya karena menaikkan harga dengan alasan aji mumpung atau memberikan layanan yang kurang baik,” paparnya.

Menurutnya perlu dihindari hal-hal yang membuat perlakuan yang tidak nyaman pada wisatawan. Penting bagi kelompok sadar wisata untuk menjaga citra lokasi wisata dengan baik. “Saya kira penyedia jasa dan pemudik perlu menyiapkan segala hal secara seksama agar mendapatkan layanan yang memadai tidak sampai menimbulkan kekecewaan,” tegasnya.

Seperti diketahui, hasil survei dari Kementerian Perhubungan bahwa Puncak arus mudik akan terjadi pada 5-7 April dan arus balik terjadi pada 14-15 april. Adapun tiga provinsi yang paling banyak jadi tujuan utama mudik lebaran adalah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 31,8 %, Jawa Timur  19,4 % dan Jawa Barat 16,6 persen.

Sementara di DIY, berdasar data Dinas Perhubungan DIY diperkirakan jumlah pemudik yang masuk ke DIY sebanyak 6,5 juta pemudik. Selain itu, arus mudik dan jumlah wisatawan di masa libur lebaran diprediksi akan meningkat dibanding tahun sebelumnya apalagi tol jogja-solo dioperasikan secara fungsional pada mudik lebaran tahun ini.

Namun yang menjadi persoalan menurut Destha Desta adalah pengelolaan sampah yang dihasilkan selama masa mudik berlangsung yang perlu diantisipasi oleh Dinas Lingkungan Hidup DIY agar sampah tidak menumpuk di bak penampungan atau berserakan di area ruang publik. Belum lagi sampah dan limbah dari industri perhotelan dan restoran. (*)

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X