Selain membahas konflik Iran, JK juga mengulas berbagai upaya perdamaian yang pernah dilakukannya, mulai dari penyelesaian konflik Aceh, Poso, Ambon hingga keterlibatannya dalam proses perdamaian Afghanistan dan konflik di Thailand Selatan.
Menurut JK, syarat utama menjadi pemimpin perdamaian adalah memiliki sikap netral, memahami akar persoalan secara mendalam, serta mampu menawarkan solusi yang menguntungkan semua pihak.
“Kalau ingin menjadi pemimpin perdamaian, harus netral, memahami masalahnya dengan baik, dan memiliki keberanian untuk menawarkan jalan keluar yang bisa diterima semua pihak,” tuturnya.
JK berharap perguruan tinggi Islam dapat menjadi motor pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam moderat yang mampu berkontribusi bagi perdamaian dunia.
“Jika ingin menjadi pemimpin dalam perdamaian, negara harus maju, dihargai, netral, dan memiliki kemampuan memahami masalah secara mendalam,” pungkasnya.(*)