Produk teh kulit nanas ini dikemas dengan menggunakan pouch zip, memudahkan akses untuk membuka dan menutup kemasan. Dengan kemasan ini, kesegaran dan aroma teh dapat terjaga dengan baik.
Mahasiswa KKN Undip di Desa Karangsari juga menjelaskan cara pembuatan teh kulit buah nanas. Ada dua metode yang dapat dilakukan, yaitu basah dan kering.
Untuk metode basah, kulit nanas direndam dalam air garam selama 30 menit sebelum direbus, sementara metode kering melibatkan proses pengeringan di bawah terik matahari selama 3-7 hari.
Hasilnya, kulit nanas yang telah dikeringkan tersebut dapat di-blender dan dicampurkan dengan teh, kemudian disajikan langsung atau disimpan dalam kantung teh untuk digunakan nanti.
Dengan inovasi ini, tim mahasiswa KKN Undip memberikan alternatif minuman herbal yang sehat dan segar, sekaligus turut berkontribusi dalam mengelola limbah buah yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.*
Artikel Terkait
Rahel Nathania Prasasti, Lulusan Tercepat Undip dengan Predikat Summa Cumlaude
Raih Double Degree, Christian Krishna Pideksa, Wisudawan Terbaik FEB UNDIP: Ini Perjalanan Akademis yang Penuh Tantangan
Terima Bantuan Kementerian Kesehatan, RSND Undip Kini Miliki MRI 1.5 Tesla
Prabowo Apresiasi Tangan Bionik Produk Inovatif Undip
Ini Eflita Yohana, Dosen Undip yang Ciptakan Pengering Nano Semprot untuk Theaflavin Obat Covid-19
LPPM Undip Gelar Pengobatan Gratis kepada Warga Terdampak Banjir di Grobogan