“Aktivasi seperti ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota kreatif dunia bidang Media Arts,” jelas Amar.
Kegiatan ini juga menjadi momentum lahirnya komunitas baru bernama Malang Media Arts Community (MMAC). Komunitas tersebut diresmikan sebagai partner baru MCF dalam pengembangan ekosistem media arts, immersive art, projection mapping, multimedia, hingga eksplorasi ruang publik berbasis seni digital di Kota Malang.
Peresmian MMAC mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang sebagai bagian penguatan jejaring ekonomi kreatif daerah.
Acara semakin semarak dengan penampilan kolaboratif bertajuk “SPIRAL SPACE” yang menghadirkan sejumlah seniman muda Kota Malang seperti Fisal, DJ Rissba, dan Wara Valerie. Selain itu, Enggal Studio turut menyuguhkan immersive visual performance yang memadukan ambient music, vocal performance, projection mapping, dan visual immersive dengan latar Monumen Spiral.
Sebelum kegiatan dimulai, para peserta juga melakukan aksi bersih-bersih taman sebagai simbol kepedulian komunitas terhadap ruang publik kota.
Melalui gerakan ini, MCF berharap semakin banyak komunitas di Malang Raya yang ikut menghidupkan ruang-ruang pasif menjadi ruang kreativitas, budaya, interaksi sosial, dan ruang masa depan bagi masyarakat.
“Mari kita hidupkan passive space kota. Mari kita nyalakan Malang,” ajak Dadik.
Artikel Terkait
ICCN Luncurkan E-Book “Retrospektif Kota Kreatif”, Rekam Jejak Inovasi Kota di Indonesia
ICCN Buka Kolaborasi Riset, Ajak Akademisi Perkuat Data Kota Kreatif Indonesia
ICCN Soroti Polemik Jasa Kreatif, Dorong Regulasi Baru yang Lebih Adil dan Adaptif
Keren! Dosen ITB Borong 2 Hibah Riset, Dari Kota Kreatif Dunia hingga Teknologi Pascapanen
ICCN Jakarta dan UNESA Jajaki Kolaborasi, Fokus Cetak SDM Industri Kreatif Unggul