Dosen UPGRIS Bekali Guru Komunitas Belajar Gayamsari Koding dan Digitalisasi Media Ajar

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 18 Desember 2025 | 10:21 WIB
Dosen UPGRIS melatih guru Komunitas Belajar Gayamsari koding dan digitalisasi media ajar untuk bekal pembelajaran era digital.
Dosen UPGRIS melatih guru Komunitas Belajar Gayamsari koding dan digitalisasi media ajar untuk bekal pembelajaran era digital.



Semarang, SUARA PEMBARUAN - Peluncuran Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial oleh Kemendikbudristek pada Februari 2025 menjadi pijakan penting transformasi pendidikan. Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memahami pendekatan dan strategi pembelajaran koding yang sesuai dengan karakter peserta didik.Baca Juga: Lestarikan Pesisir Bengkulu, Ribuan Bibit Mangrove Ditanam

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang terdiri dari Nurina Happy, Bagus Ardi Saputro, dan Ade Ricky Rozzaqi menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Digitalisasi Pembelajaran Koding bagi Guru Komunitas Belajar Gayamsari.

Program ini didukung pendanaan dari Direktorat Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek.Baca Juga: Menkes RI Janjikan Bantu Alkes RSUD Yunus Bengkulu Bernilai Miliar Rupiah

Ketua tim, Nurina Happy, menegaskan bahwa pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial merupakan bekal strategis bagi siswa di era digital.

Melalui koding, peserta didik diasah kemampuan berpikir logis, analitis, serta kreatif berbasis computational thinking.Baca Juga: Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Bengkulu Fokus Program Bedah Rumah Tak Layak Huni

Tak hanya aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan nilai etika dalam pemanfaatan teknologi.

Guru diajak memahami pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembentukan karakter positif siswa.Baca Juga: Rektor Lepas Keberangkatan Mahasiswa Unib KKN Wilayah Banjir Sumbar

Pelatihan yang berlangsung selama Agustus hingga November 2025 ini disusun dalam lima tahap, mulai dari sosialisasi kebijakan pembelajaran koding, pelatihan unplugged dan plugged coding, digitalisasi media ajar, pendampingan implementasi di kelas, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan di Komunitas Belajar Gayamsari.

Selain itu, para guru juga dikenalkan pada pembelajaran digital berbasis website. Mereka dilatih membuat media ajar koding menggunakan Canva, lalu mempublikasikannya melalui situs funcodinglab.com sebagai langkah penguatan kreativitas dan kemandirian guru dalam mengembangkan sumber belajar digital.Baca Juga: Modus Tuduhan Transaksi Ilegal, Pria di Jaktim Disekap dan Dirampok Komplotan

Nurina menekankan, peningkatan kompetensi guru di bidang koding dan digitalisasi merupakan strategi penting dalam mencetak generasi yang adaptif dan kompetitif.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemendikbudristek atas dukungan pendanaan yang memungkinkan program ini berjalan dan memberi dampak nyata bagi para guru.*Baca Juga: TNI All Out Tangani Banjir Sumatera, Alutsista Dikerahkan untuk Misi Kemanusiaan



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X