Mbak Ita Insiasi Pembuatan Buku Sejarah Semarang untuk Bahan Ajar Siswa

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 6 Maret 2024 | 21:10 WIB
evearita Gunaryanti Rahayu saat berziarah ke makam para ulama Kota Semarang dalam rangka menyambut HUT Kota Semarang ke- 477 dan menjelang Ramadan, Rabu (6/3).
evearita Gunaryanti Rahayu saat berziarah ke makam para ulama Kota Semarang dalam rangka menyambut HUT Kota Semarang ke- 477 dan menjelang Ramadan, Rabu (6/3).

Semarang, suarapembaruan.news - Wali Kota Semarang Hevarita Gunaryanti Rahayu menginisiasi penyusunan buku yang berisikan sejarah Kota Semarang dan sejarah perkembangan agama Islam di Ibu Kota Jawa Tengah, sebagai bahan ajar bagi siswa.

Hal ini disampaikan Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu usai berziarah ke makam para ulama Kota Semarang dalam rangka menyambut HUT ke-477 Kota Semarang dan menjelang Ramadan, Rabu (6/3).

Mbak Ita berencana melibatkan para ulama, sejarawan, budayawan, dan tokoh lain di Kota Lumpia, dalam penyusunan buku tersebut.

"Saya sudah nyuwun Kiai Anasom. Beliau ini yang ahlinya, yang tahu sejarah dan para ulama Kota Semarang. Ini yang harus kita eksplore, karena ini merupakan bagian dari sejarah masa lalu, sekaligus bagian dari sejarah Kota Semarang," ujar Mbak Ita.

Menurut dia, dengan pembuatan buku atau visualisasi video, bisa mendapatkan gambaran terkait sejarah masa lalu.

"Dengan pembuatan buku, atau dalam visual kita akan ketemu benang merah dengan sejarah masa lalu. Mungkin dengan Kerajaan Mataram, atau Kerajaan Demak, jadi tidak ada yang putus. Mungkin juga bisa nyambung dengan wilayah atau kabupaten lain. Karena kemarin Pak Ngesti Bupati Semarang juga ziarah ke sini," sebut Mbak Ita.

Untuk mengenalkan sejarah Kota Semarang kepada generasi penerus dan pelajar, Mbak Ita juga ingin melibatkan anak-anak untuk ikut dalam prosesi ziarah yang kerap dilaksanakan Pemkot Semarang.

"Jangan hanya kita saja yang sudah rutin. Justru kita harus memberikan edukasi, sosialisasi kepada generasi muda. Minimal anak-anak tahu sejarah Kota Semarang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom mengatakan, untuk membuat buku sejarah Kota Semarang dan perkembangan Islam perlu adanya tim yang dibentuk dari berbagai unsur.

"Itu memang perlu tim yang melibatkan ahli sejarawan, ada kajian yang terkait dengan sejarah, antropologi dan arkeologi, di samping juga tokoh agama," kata Kiai Anasom.

Menurutnya, dengan adanya biografi ulama dan tokoh di Kota Semarang bisa memperkenalkan sejarah dan perkembangan Islam. "Besok ini kan hari jadi Kota Semarang ke-477 tahun. Artinya hampir lima abad Kota Semarang berdir, sudah banyak sekali tokoh maupun ulama yang sudah berjasa di Kota Semarang," ujarnya.

"Setiap abad ada ulama, tokoh yang terus mengembangkan di Kota Semarang. Ini yang perlu kita kaji," ujarnya.

Beberapa tahun lalu, dirinya bahkan pernah berkolaborasi dengan Dibsbudpar Kota Semarang menggali situs dan tokoh penting di Kota Semarang.

"Ini memang kan bagus sekali kalau ditulis. Kalau ditulis sejarah bisa dibaca siswa di sekolah maupun madrasah," jelasnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X