Ogan Ilir, SUARA PEMBARUAN — Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menerima paparan lengkap hasil pelaksanaan Team Engagement Program (TEP) 2025 yang dilakukan di dua kawasan transmigrasi (KT), yakni KT Tanabang, Kecamatan Muara Kuang, dan KT Parit Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara.
Presentasi berlangsung di Kantor Bupati Ogan Ilir, Indralaya, dan menjadi momentum penting dalam evaluasi transformasi transmigrasi berbasis kajian ilmiah.
Sebelum paparan dimulai, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Ogan Ilir, Dr. Amrullah, S.Stp., M.Si, menyampaikan laporan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa selama tiga bulan terakhir, Kabupaten Ogan Ilir menerima kedatangan lima tim TEP dari berbagai universitas nasional.
“Lima tim ini terdiri dari dua TEP ITB, dua TEP UNDIP, dan satu TEP UNPAD. Mereka tinggal selama lebih dari tiga bulan di KT Tanabang dan KT Parit Rambutan untuk melakukan penelitian langsung di lapangan,” ujar Amrullah.
Ketua TEP Undip, Prof. Didik Wisnu Widjajanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Ogan Ilir dan masyarakat yang telah mendukung kelancaran program.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama semua pihak sehingga kegiatan TEP berlangsung kondusif. Rekomendasi yang kami susun berbasis kajian ilmiah lapangan, dan mungkin tidak sepenuhnya sesuai harapan masyarakat. Namun rekomendasi itu disusun demi hasil optimal jika diterapkan mengikuti kaidah ilmiah,” tegas Prof. Didik.
Ia menegaskan bahwa tugas utama TEP adalah menyusun rekomendasi untuk mendukung transformasi transmigrasi sesuai arah kebijakan nasional.
Acara dibuka oleh Plh. Sekretaris Daerah Ogan Ilir, Dicky Syailendra, S.Sos., M.Si, mewakili Bupati Ogan Ilir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Transmigrasi dan seluruh tim TEP.
“Kami berterima kasih atas komitmen seluruh anggota TEP yang turun langsung ke lapangan. Harapan kami, TEP tidak berhenti pada laporan, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Dicky.
Ia menambahkan bahwa kondisi geografis dan usia Kabupaten Ogan Ilir yang baru 21 tahun menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan infrastruktur.
Program TEP merupakan kolaborasi besar Kementerian Transmigrasi dengan tujuh perguruan tinggi nasional: UI, IPB, ITB, UNPAD, UNDIP, UGM, dan ITS.
Program ini merupakan tindak lanjut Kepmen Trans Nomor 8 Tahun 2025 tentang Transformasi Transmigrasi, yang mengamanatkan percepatan pembangunan kawasan transmigrasi dengan pendekatan ilmiah dan penguatan SDM.
Sebanyak 2.000 personel diterjunkan ke 154 Kawasan Transmigrasi (KT) di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Merauke.
Setelah mengikuti bootcamp daring dan pembekalan di Jakarta, seluruh tim dilepas langsung oleh Menteri Transmigrasi Muh. Iftitah Suryanegara dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono pada 25 Agustus 2025.
Artikel Terkait
AHY: Program Transmigrasi Bukan Sekadar Memindahkan Warga ke Lokasi Baru, Tapi Harus Tingkatkan Kesejahteraan
Tim Ekspedisi Patriot Lakukan Riset dan Pementaan Potensi Wilayah Transmigrasi di Bengkulu
Wamen Transmigrasi Apresiasi Keberadaan Rumah Sakit di Kawasan KTM Lagita Bengkulu Utara
Wamen Viva Yoga : Ekspedisi Patriot Jadi Energi Baru Pembangunan Transmigrasi di Bengkulu
Wagub Mian Terima Audensi Warga UPT SP III Seluma Terkait Pemekaran Desa Eks Transmigrasi