Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, memberi semangat kepada siswa-siswi SMA/SMK sederajat, agar memaksimalkan kemampuan terbaik mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari ketiga secara nasional.
Hal tersebut disampaikan gubernur ketika meninjau langsung pelaksanaan TKA Gelombang ke-2 untuk SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 5 Surabaya, Rabu (5/11/2025).
Dalam.peninjauan itu, Khofifah, didampingi Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antara Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Biyanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta Kepala SMAN 5 Surabaya Sukirin Wikanto.
“Ini TKA hari ketiga, dan kami melihat proses ujian yang tahap kedua. Tahap pertama itu jam 7.30, kemudian 10.30, setelahnya yang jam 2 siang. Alhamdulillah di sini berjalan lancar,” katanya.
Ia, menjelaskan terdapat beberapa laporan kendala dalam pelaksanaan TKA. Hanya saja, sejauh ini kendala-kendala yang terjadi di Jawa Timur masih bisa diatasi dan dicari solusinya.
“Seperti soal pemadaman listrik yang terjadi di SMAN 6 Malang. Tapi itu karena ada pohon tumbang yang kemudian mengganggu sambungan kabel yang ada. Itu diluar dari apa yang kita prediksi,” terangnya.
Tapi nanti akan ada ujian susulan dan pada dasarnya PLN Jawa Timur sudah melakukan pendampingan. Nah, kalau berita yang bilang ada anak-anak sedang main, itu di luar Jawa Timur.
Mantan Menteri Sosial itu mengatakan ada lebih dari 390 ribu siswa yang mengikuti TKA di Jawa Timur. Gelombang kedua dan ketiga masih akan terus diadakan karena pemerintah perlu memfasilitasi mereka yang juga mengejar paket C.
Ini tidak mengganggu kelulusan. Tapi ini ikut menentukan standarisasi mereka ketika mau ke perguruan tinggi tanpa tes. Kita tidak pernah underestimate karena Jawa Timur ini dari tahun 2020 hingga 2025 kemarin, artinya 6 tahun berturut-turut Jatim jadi yang tertinggi diterima perguruan tinggi negeri dengan dan tanpa tes.
Konsisten
Sementara itu Staf Ahli Kemendikdasmen Biyanto mengaku bersyukur atas dukungan luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang konsisten membersamai mulai dari awal persiapan hingga pelaksanaan.
Sejauh ini, Biyanto menilai pelaksanaan TKA sukses dilakukan meski memang ada beberapa insiden yang terjadi. Hal ini menurutnya lumrah, mengingat sudah lima tahun Indonesia tidak memiliki ujian berskala nasional.
“Dan kami berkomitmen untuk memperbaiki, baik dalam gelombang kedua, ujian susulan, maupun TKA tahun depan. Mungkin memang selalu ada insiden dalam penyelenggaraan seperti itu, tapi overall TKA tahun ini Alhamdulillah lancar. Nanti kalau ada laporan terkait kebocoran soal maupun kendala lain, akan segera kita validasi,” tegasnya.
Sebagai informasi, total jumlah murid yang mengikuti TKA di SMAN 5 Surabaya mencapai 335 siswa. Tes TKA pun terbagi menjadi dua sesi, yakni pukul 07.30-09.30 WIB untuk sesi pertama dan 10.30-12.30 WIB untuk sesi kedua.
Artikel Terkait
Open University Malaysia dan Universitas Wira Bhakti Makassar Kerjasama Akademik dan Pengembangan Berbagai Bidang
BPOM Bengkulu-Unib Bangun Kemitraan Pengawasan Pangan dan Pendidikan
Bangun Sinergi Pendidikan dan Keberlanjutan Lewat Program CSR Pertamina