Mahasiswa ITS Ciptakan Robot Pendeteksi Sumbatan Gorong-gorong

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Kamis, 4 September 2025 | 10:25 WIB
Prototipe RoboGo, robot karya mahasiswa ITS, dapat mendeteksi sumbatan saluran air di gorong-gorong. (Ist)
Prototipe RoboGo, robot karya mahasiswa ITS, dapat mendeteksi sumbatan saluran air di gorong-gorong. (Ist)

 

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Tim Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mengembangkan sebuah robot bernama RoboGo. Robot dilengkapi berbagai fitur untuk mempermudah mendeteksi sumbatan di saluran bawah tanah secara lebih cepat dan tepat.

Salah satu anggota tim Zhafarullah Ahmad menyampaikan bahwa robot ini ditujukan untuk meminimalisir tenaga manusia dalam memeriksa kondisi gorong-gorong saat terjadi sumbatan. Inovasi ini berangkat dari permasalahan saluran bawah tanah yang kerap tersumbat saat musim hujan hingga bisa memicu terjadinya banjir.

“Dengan adanya RoboGo  diharapkan bisa menemukan lokasi titik sumbatan itu lebih cepat,” tutur Zhafarullah di Kampus ITS, Rabu (3/9/2025).

Bersama dua rekan timnya, Rezky Dwi Santika dan Rigel Ramadhani Waloni, robot yang merupakan proyek mata kuliah Telematika ini dirancang dengan menyesuaikan bentuk gorong-gorong yang panjang dan tertutup.

Robot  dilengkapi  kamera untuk menampilkan kondisi gorong-gorong secara langsung melalui aplikasi RoboGo. Kamera tersebut  didukung  lampu LED, sehingga tetap dapat dioperasikan dalam kondisi pencahayaan yang gelap.

Ahmad melanjutkan, robot yang dirancang kedap air ini juga dibekali dengan sensor ultrasonik obstacle detection sebagai alat pendeteksi benda yang menyumbat aliran saluran bawah tanah. Sensor tersebut berfungsi untuk menginformasikan jarak dan posisi hambatan yang terdapat di depannya.

“Kita juga bisa tahu kecepatan, arah, dan titik posisi robot itu ada di mana dari posisi awal diterjunkan,” paparnya.

Dalam pengoperasiannya, robot yang pernah dipamerkan di gelaran Computer Engineering Expo 2025 di ITS ini menggunakan baterai berkapasitas 6.000 mAH yang mampu bertahan selama lima hingga enam jam.

Meskipun masih berupa prototipe, tim mahasiswa angkatan 2022 dari Departemen Teknik Komputer ITS ini berharap inovasinya tersebut dapat terus disempurnakan, khususnya pada aspek ketahanan dan sistem penggerak robot.

Melalui pengembangannya, karya inovasi ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6 tentang air bersih dan sanitasi layak.

 

 

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X