Semarang, SUARA PEMBARUAN — Dua dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. F. Kusmiyati dan Prof. D.W. Widjajanto, berangkat menuju kota Graz, Austria.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menghadiri management project meeting program internasional bertajuk “NurTure FutUre GreeN LeadErs” atau disingkat TUNE, yang akan berlangsung pada 22–27 Juni 2025 di Joanneum, Applied University, Graz.
TUNE merupakan proyek kerja sama multinasional yang didanai oleh European Commission melalui program ERASMUS. Proyek ini akan berlangsung selama tiga tahun, dari 2024 hingga 2027, dan melibatkan 10 universitas dari enam negara, yakni Austria, Lithuania, Portugal (dari Eropa), serta Indonesia, Malaysia, dan Vietnam (dari kawasan ASEAN).
Dari Indonesia, dua universitas terlibat aktif dalam program ini, yaitu Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Proyek TUNE berfokus pada pengembangan pendidikan tinggi yang mendukung promosi karier hijau (green jobs) dan keberlanjutan. Tujuannya adalah memperbaiki proses pendidikan, sistem penasehatan karier, serta penempatan tenaga kerja agar lebih responsif terhadap tantangan lingkungan dan sosial di masa depan.
Sebelumnya, pertemuan pembuka atau kick-off meeting telah sukses digelar pada Maret 2025 di University of Porto, Portugal.
Pertemuan kedua yang berlangsung di Graz ini akan membahas agenda utama terkait manajemen proyek. Selanjutnya, pertemuan ketiga dan keempat dijadwalkan digelar di UNHAS pada Oktober 2025, dan di UNDIP pada Januari 2026.
Dalam forum di Graz nanti, UNDIP akan mempresentasikan strategi, metode, dan timeline pelaksanaan kegiatan bertema networking, yang menjadi tugas utama universitas dalam proyek ini.
Sebelumnya, pada April dan Mei 2025, UNDIP telah sukses membentuk jaringan kerja sama nasional dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi besar seperti UGM, UNS, UM Malang, dan UB.
Kegiatan tersebut juga mencakup survei terhadap kalangan akademisi, termasuk dosen, mahasiswa, serta pejabat struktural seperti dekan, wakil dekan, ketua departemen, ketua program studi, dan tenaga kependidikan.
UNDIP mendapat apresiasi tinggi atas kontribusinya dalam membangun jaringan nasional secara efektif, terutama dalam pencapaian jumlah responden serta ketepatan waktu pelaksanaan.
Bahkan, untuk memastikan target jumlah responden secara keseluruhan tercapai, UNDIP diberikan tanggung jawab tambahan untuk mengisi kekurangan data dari mitra lain.
Keikutsertaan UNDIP dalam proyek internasional ini tidak hanya memperkuat peran universitas di tingkat global, tetapi juga mendukung pencapaian prestasi akademik.
Pada 2025, UNDIP berhasil menempati peringkat ke-624 dunia versi World University Rankings (WUR). Diharapkan, partisipasi aktif ini makin memantapkan posisi UNDIP sebagai institusi pendidikan tinggi yang bermartabat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Artikel Terkait
UNDIP Kukuhkan 316 PNS dan 10 Pejabat Baru, Rektor Suharnomo Dorong Lompatan Inovasi dan Kolaborasi Global
UNDIP dan Melody Publishing Taiwan Perkuat Sinergi Internasional di Bidang Pendidikan dan Bahasa
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Anak-anak Gedawang Lestarikan Permainan Tradisional
KKN UNDIP Gali Potensi Sapi Perah Gedawang, Menuju Sentra Ekonomi Berbasis Susu dan Keju
Kawal Kesehatan Keluarga, Mahasiswa UNDIP Edukasi Ibu-Ibu Tambakbulusan soal Air Bersih