Demak, SUARA PEMBARUAN - Desa Tambakbulusan yang terletak di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, dikenal sebagai wilayah pesisir yang kerap dihantui persoalan banjir rob dan krisis air bersih.
Kualitas air tanah di desa ini tergolong kurang layak untuk dikonsumsi, sehingga masyarakat sangat rentan terhadap gangguan kesehatan akibat asupan air yang tidak aman.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) SDGs Tim 35 dari Fakultas Kedokteran menggagas kegiatan penyuluhan bertajuk “Pentingnya Asupan Air Bersih untuk Pencegahan Dehidrasi dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Desa Tambakbulusan.”
Program ini menyasar kelompok ibu rumah tangga sebagai penjaga utama kesehatan keluarga di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan bersamaan dengan pengajian rutin mingguan di salah satu rumah warga, memanfaatkan momentum berkumpulnya ibu-ibu untuk menyampaikan informasi penting terkait kebutuhan cairan tubuh.
Melalui leaflet yang dibagikan, para mahasiswa menyampaikan materi seputar pentingnya konsumsi air putih minimal dua liter per hari, memperbanyak makan buah dan sayuran, serta menghindari konsumsi minuman berkafein yang bisa memperparah kondisi dehidrasi.
Lebih lanjut, peserta penyuluhan juga diberi pemahaman tentang bahaya konsumsi air yang tidak layak minum. Air yang tercemar bisa memicu penyakit seperti diare, yang pada gilirannya menyebabkan dehidrasi berat.
Penanganan awal untuk kondisi dehidrasi ringan adalah dengan memberikan air putih, sedangkan untuk kasus yang disebabkan diare disarankan menggunakan larutan elektrolit seperti oralit. Jika kondisi tak membaik, penderita harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Sosialisasi ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Para ibu tak segan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesehatan keluarga, menjadikan diskusi semakin hidup dan interaktif.
Kegiatan ini membuktikan bahwa transfer pengetahuan dari dunia akademik ke masyarakat dapat berjalan efektif jika dikemas dengan pendekatan yang tepat sasaran.
Program kerja mahasiswa KKN ini mendapatkan sambutan positif dari warga setempat. Ucapan terima kasih disampaikan oleh warga yang merasa terbantu dengan pengetahuan baru yang sangat relevan dengan kebutuhan harian mereka, terutama terkait air bersih dan pola konsumsi yang sehat.
Selama masa pengabdian dari 26 April hingga 26 Juni 2025, kegiatan mahasiswa UNDIP ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si. sebagai Ketua KKN Tematik dan Prof. Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan.