Jepara, SUARA PEMBARUAN – Di tengah tantangan penyediaan air bersih di wilayah kepulauan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., melakukan kunjungan strategis ke Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) di Teluk Awur, Jepara.
Didampingi oleh mantan Gubernur Maluku periode 2014–2019, Said Assagaff, kunjungan ini menyoroti sebuah terobosan penting: teknologi desalinasi bertenaga surya hasil kolaborasi antara UNDIP dan Australian National University (ANU).
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., bersama Kepala Badan Pengelola Kampus Jepara, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., dan Peneliti ANU, Andi Rinto Prastiyo Wibowo, S.Hut., M.Sc.
Kegiatan diawali dengan sesi diskusi dan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke unit desalinasi yang dibangun sebagai proyek riset bersama kedua universitas tersebut.
Teknologi ini dirancang untuk mengubah air laut maupun air payau menjadi air layak konsumsi dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi utama.
“Maluku adalah provinsi kepulauan dengan distribusi air bersih yang tidak merata. Banyak pulau-pulau kecil yang masih kesulitan mengakses air minum yang aman. Kami ingin melihat langsung potensi teknologi ini sebagai solusi nyata,” ujar Hendrik Lewerissa dalam pernyataannya.
Keunggulan utama sistem desalinasi ini terletak pada penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Panel surya seluas 20 x 15 meter menjadi sumber daya untuk menjalankan proses reverse osmosis, yang mampu menghasilkan hingga 200.000 liter air bersih setiap hari—cukup untuk kebutuhan satu komunitas terpencil.
Menurut Andi Wibowo dari ANU, proyek ini didanai oleh Knowledge Partnership Platform (KONEKSI), sebuah inisiatif kerja sama antara Indonesia dan Australia.
“Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga dirancang efisien, hemat biaya, serta menghasilkan limbah minimal. Ideal diterapkan di wilayah pesisir atau daerah terpencil lainnya di Indonesia,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Maluku juga mengutarakan harapannya akan kelanjutan kolaborasi, tak hanya dalam pengadaan teknologi, tetapi juga dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia mengusulkan adanya pelatihan teknis bagi generasi muda Maluku agar kelak dapat mengelola sistem desalinasi ini secara mandiri.
“Kami tidak hanya ingin membawa pulang teknologi, tetapi juga pengetahuan. Putra-putri Maluku harus terlibat langsung dalam proses ini agar tercipta kemandirian dan keberlanjutan,” tegasnya.
Kunjungan ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang berorientasi pada solusi konkret untuk tantangan yang dihadapi masyarakat kepulauan.
Artikel Terkait
UNDIP Wujudkan Ujian Inklusif di UTBK-SNBT 2025 untuk Peserta Disabilitas
UNDIP Gandeng Industri, Ubah Limbah Jadi Potensi Ekonomi untuk Masyarakat Pesisir Demak
UNDIP, Binus, dan SCCR Indonesia Perkuat Kolaborasi Inovatif untuk Kesejahteraan Masyarakat
Mahasiswa FPP UNDIP Juara 1 Nasional Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship 2025
Undip Pimpin Inisiatif Global untuk Sistem Pangan Berkelanjutan Berbasis Data Lewat Konsorsium Internasional FIND4S