pariwisata

Warung Legendaris di Puncak Lawu Sepi Setelah Kepergian Mbok Yem, Sang Penjaga Negeri Awan

Kamis, 24 April 2025 | 10:18 WIB
Mbok Yem, Pemilik Warng di Puncak Gunung Lawu Telah Berpulang. (tangkapan layar instagram.com/pendaki_legal)

Karanganyar, SUARA PEMBARUAN – Sosok Wakiyem, yang akrab disapa Mbok Yem, tak akan pernah terlupa di hati para pendaki Gunung Lawu. Di tengah kabut dan dinginnya angin pegunungan, warung kecil miliknya di Hargo Dumilah menjadi tempat hangat dan penuh cerita.Baca Juga: Warga Batu Lugun Semangat Bentuk Koperasi Merah Putih

Namun, perjalanan panjang Mbok Yem yang dikenal sebagai penjaga puncak Gunung Lawu kini telah usai. Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, ia memutuskan untuk turun gunung dan menghabiskan sisa waktunya bersama keluarga di rumah.

Keputusan ini bukan karena paksaan, tetapi karena kondisi kesehatannya yang terus menurun. Mbok Yem kembali ke kediamannya di Dusun Dagung, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Ia sempat dirawat selama hampir tiga minggu di RSU Aisyiyah Ponorogo karena komplikasi berbagai penyakit.Baca Juga: Bank Bengkulu Siap Dukung Program Pemkab Benteng Sediakan Rumah Tanpa DP bagi ASN dan Masyarakat

Cucunya, Syaiful Bahri, menceritakan bahwa sempat ada harapan saat kesehatan Mbok Yem tampak membaik. Ia masih bisa berbicara, makan, dan tersenyum bersama keluarga. Namun, takdir berkata lain. Mbok Yem mengembuskan napas terakhir pada Rabu siang, 23 April 2025, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum wafat, Mbok Yem sempat menyampaikan keinginannya untuk beristirahat dan tidak kembali ke puncak Lawu. Keputusan pensiunnya diambil dengan penuh kesadaran dan ketenangan hati.Baca Juga: Kepergian Paus Fransiskus Duka Bagi Tanah Papua

"Beliau bilang sudah waktunya istirahat. Ingin tinggal di rumah saja, kumpul dengan keluarga," kata Syaiful.

Kepergian Mbok Yem bukan hanya duka bagi keluarga, tapi juga menyisakan kekosongan di hati para pendaki yang pernah menikmati hangatnya teh dan nasi hangat di warungnya. Tempat itu bukan sekadar warung—melainkan rumah di atas awan, tempat banyak kenangan tercipta.Baca Juga: Honorer Non Data Base Pemprov Bengkulu Gelar Aksi Damai Minta Kejelasan Nasib

Kini, masa depan warung legendaris itu tengah dibicarakan oleh keluarga. Belum ada keputusan apakah warung akan tetap beroperasi atau tidak.

"Kami akan bahas bersama keluarga besar. Yang penting sekarang, kami ingin melepas beliau dengan tenang," ujar Syaiful.Baca Juga: Stok Terbatas, Masyarakat Bengkulu Sulit Dapatkan BBM Pertalite dan Pertamax di SPBU

Mbok Yem bukan sekadar penjaga warung. Ia adalah bagian dari jiwa Gunung Lawu—sosok sederhana dengan semangat luar biasa yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam perjalanan ribuan orang.*

Tags

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB