Stok Terbatas, Masyarakat Bengkulu Sulit Dapatkan BBM Pertalite dan Pertamax di SPBU

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 23 April 2025 | 17:09 WIB
Warga Bengkulu kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di setiap SPBU di Kota Bengkulu, akibat stoknya terbatas, menyusul pasokan dari Pertamina tidak normal.(Foto/Ist)
Warga Bengkulu kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di setiap SPBU di Kota Bengkulu, akibat stoknya terbatas, menyusul pasokan dari Pertamina tidak normal.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Masyarakat Bengkulu semakin sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, pertamax dan jenis lainya karena stoknya sering mengalami kekosongan di SPBU yang ada di Bengkulu. Hal ini terjadi akibat pasokan BBM dari Pertamina Bengkulu ke SPBU di daerah ini tidak lancar.

Sejak sepekan ini, masyarakat Bengkulu mengeluh karena stok Pertalite dan Pertamax di SPBU di Kota Bengkulu mengalami kekosongan. Akibat pasokan BBM dari Pertamina Bengkulu tidak tepat waktu.

Disinyalir kelangkaan stok BBM di SPBU di Bengkulu, akibat dampak dari masalah pendangkalan alur pelabuhan Baai tidak mampu di atasi PT Pelindo dalam waktu singkat. Akibatnya, kapal pengangkut BBM dari Palembang ke Bengkulu tidak bisa merapat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kagum Tanam Padi pakai Drone Pertanian, 1 Hari Bisa Tanam 25 Hektare

Dengan demikian, pasokan BBM untuk Bengkulu, dipasok melalui jalur darat dari Lubuklinggau, dan Lahat, Sumsel. Hal ini menyebabkan persedian BBM di SPBU di Bengkulu mengalami kelangkaan, seperti Pertalite dan Pertamax, termasuk BBM
jenis lainnya.

Menyikapi hal ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus berupaya menjamin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan proyeksi kebutuhan masyarakat.

Sebagai respons atas kondisi pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah-langkah mitigasi untuk memastikan distribusi dan ketersediaan BBM tetap aman bagi masyarakat.

Baca Juga: Presiden Prabowo dan Mentan Amran Pimpin Tanam Padi Serentak dI 14 Provinsi

Meskipun kondisi ini berdampak pada akses kapal pengangkut BBM ke pelabuhan, Pertamina tetap berkomitmen menjaga keandalan suplai energi di wilayah tersebut.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengalihkan pasokan BBM dari beberapa lokasi alternatif, seperti dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Fuel Terminal (FT) Lubuk Linggau, dan FT Lahat.

Proses distribusi ini membutuhkan perjalanan yang jauh dan waktu tempuh yang lebih panjang, namun Pertamina memastikan bahwa hal tersebut tidak mengganggu kebutuhan energi masyarakat Bengkulu.

"Pertamina Patra Niaga terus berupaya memaksimalkan penyaluran BBM ke SPBU, kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Bengkulu dalam penyaluran BBM ke masyarakat," jelas Nikho dalam rilis pada Rabu, (23/4/2025).

Baca Juga: Langgar Etika Jabatan, Bupati Indramayu Wajib Magang di Kemendagri dan Gunakan Transportasi Umum

Nikho mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, serta membeli BBM sesuai dengan kebutuhan dan peruntukkannya. Dengan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, kebutuhan energi masyarakat Bengkulu dapat terpenuhi secara optimal dan berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X