Semarang, SUARA PEMBARUAN – Fraksi Partai Gerindra di DPRD Provinsi Jawa Tengah menyoroti perlunya pembenahan serius dalam pengelolaan sektor pariwisata. Hal ini menyusul pola kunjungan wisatawan yang masih cenderung meningkat hanya pada waktu-waktu tertentu.Baca Juga: TPA Jatibarang Menerima1.090 Ton Sampah Selama Lebaran, Luar Biasa!
Selama ini, destinasi wisata di Jawa Tengah dinilai belum mampu menjaga stabilitas jumlah pengunjung sepanjang tahun. Lonjakan kunjungan masih sangat bergantung pada periode libur besar seperti Lebaran dan Tahun Baru.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah, Sudarsono, mengungkapkan bahwa persoalan tersebut menjadi temuan utama dalam kegiatan reses yang dilakukan anggota fraksi di berbagai daerah pemilihan.Baca Juga: Merawat Bangunan Pusaka, Merawat Kenangan yang Tak Lekang Waktu
Dari hasil kunjungan langsung ke sejumlah objek wisata, pihaknya menemukan berbagai kendala, mulai dari pengelolaan yang belum maksimal hingga minimnya terobosan kreatif dalam menarik minat wisatawan.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh agar sektor pariwisata mampu berkembang secara berkelanjutan dan kompetitif.Baca Juga: Masyarakat Termakan Isu, Harga BBM per 1 April Tidak Ada yang Berubah di Seluruh SPBU Pertamina
Ia menambahkan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, tetapi bagian penting dari fungsi pengawasan DPRD untuk melihat langsung realitas di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam pandangannya, sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah, sehingga pembenahan menjadi hal yang mendesak.Baca Juga: Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 mencapai 687.470 orang. Angka tersebut naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 653.178 kunjungan.
Meski terjadi peningkatan, Fraksi Gerindra menilai capaian itu belum cukup mencerminkan keberlanjutan kunjungan wisata sepanjang tahun. Tanpa pengelolaan yang lebih baik, potensi besar sektor ini dinilai belum tergarap optimal sebagai penggerak ekonomi daerah.Baca Juga: Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan
Sudarsono menegaskan bahwa destinasi wisata harus mampu menarik pengunjung secara konsisten, bukan hanya ramai pada momen tertentu. Untuk itu, dibutuhkan strategi promosi yang lebih cerdas, terarah, dan terintegrasi.
Selain promosi, peningkatan kualitas layanan juga menjadi perhatian, mencakup aspek kebersihan, keramahan, hingga penguatan identitas budaya lokal sebagai daya tarik utama.Baca Juga: Bukan Kapal Kurang, Ini Penyebab Sebenarnya Macet Parah di Pelabuhan
Ia juga menilai Jawa Tengah dapat mengambil pelajaran dari pengelolaan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dinilai berhasil mengedepankan kebersihan, pelayanan ramah, serta narasi budaya yang kuat.
Lebih jauh, Fraksi Gerindra mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan dukungan terhadap pelaku wisata, terutama desa wisata, agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Bupati Gowa Tawarkan Wisata Air Terjun Barassang
Bank Indonesia Dorong Tempat-tempat Wisata di Bengkulu Gunakan Transaksi Keuangan Digital
Holding BUMN Injourney Hadirkan Pengalaman Liburan Berkesan di Bandara, Hotel, dan Destinasi Wisata
InJourney Salurkan Ribuan Paket Sembako bagi Warga Sekitar Destinasi Wisata
Libur Lebaran, Destinasi Wisata Jateng Diserbu Wisatawan, Polisi Turun Tangan