Jaja Bendu, Penganan Tradisional Jembrana Bali yang Sarat Makna Religi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 23 Juli 2025 | 07:49 WIB
Foto kue tradisional Jembrana, Bali bernama jaja bendu. (Tangkapan layar YouTube Dapur Made)
Foto kue tradisional Jembrana, Bali bernama jaja bendu. (Tangkapan layar YouTube Dapur Made)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Salah satu kuliner khas yang tak boleh dilewatkan saat berbicara tentang Jembrana, Bali, adalah jaja bendu.

Kue tradisional ini dibungkus dengan daun pisang dan menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat setempat, terutama dalam upacara-upacara keagamaan.

Jaja bendu kerap disajikan dalam prosesi adat seperti Guru Piduka atau Bendu Piduka—upacara yang bertujuan memohon keselamatan bagi umat manusia serta sebagai bentuk permohonan maaf kepada para leluhur atas kesalahan atau ketidaksengajaan yang pernah terjadi.

Kue ini dibuat dari beras ketan yang diberi isian parutan kelapa bercampur dengan gula Bali, menghasilkan cita rasa manis yang khas. Selain digunakan dalam acara sakral, jaja bendu juga sering dibawa sebagai oleh-oleh khas Jembrana, meski daya tahannya tidak lama.

Daun pisang yang membungkus jaja bendu membantu menjaga teksturnya agar tetap kering dan tidak lembek, namun tidak cukup untuk membuatnya awet selama beberapa hari.

Cita rasanya yang manis sangat cocok disantap bersama secangkir teh atau kopi, menjadi teman bersantai yang menggugah selera.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X