opini

Saint Petersburg Ibukota Rusia,  Tempat Lahirnya Uni Soviet.

Rabu, 12 Februari 2025 | 08:37 WIB
Mubha Kahar Muang

Pada masa pemerintahan Kaisar Nicholas II yang mulai memimpin Rusia pada 1 November 1894, banyak menimbulkan ketidak puasan atas kepemimpinannya, terutama setelah perang antara Rusia dan Jepang 1904 yang dimenangkan oleh Jepang.

Kemudian disusul Perang Dunia I pada 1914 mengakibatkan kelangkaan pangan dan anjloknya moral para tentara karena kekalahan dari Jerman.

Kondisi ini mendorong pecahnya revolusi di Saint Petersburg menyebabkan mundurnya Kaisar Nicholas II dari tahtanya pada 1917, sekaligus berakhirnya kekuasaan Dinasti Romanov yang berkuasa selama 300 tahun.

Kepemimpinan Rusia kemudian digantikan oleh pemerintahan provinsional non komunis oleh Pangeran Georgy Lvov, lalu diteruskan oleh Alexander Kerensky.

Revolusi Oktober dan Nasionalis pimpinan Alexander Kerensky kemudian digulingkan oleh Komunis Rusia dibawah pimpinan Lenin yang berhasil merebut kekuasaan di Saint Petersburg, ibukota Rusia saat itu. Peristiwa tersebut dikenal dengan Revolusi Oktober.

Partai Komunis pun mendirikan Uni Soviet tanggal 25 Oktober 1917, sekaligus memindahkan kembali ibukota Rusia dari Saint Petersburg ke Moskow setahun kemudian, 1918.

Uni Soviet atau Republik Persatuan Sosialis Soviet (USSR) adalah negara federasi yang terbentuk dari gabungan 15 republik. Ibu kotanya adalah Moskow.

Adapun 15 Republik terdiri dari: Armenia, Azerbaijan, Belorussia (Belarus), Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgiziya (Kyrgyzstan), Latvia, Lithuania, Moldavia (Moldova), Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan.

Uni Soviet adalah negara dengan wilayah kekuasaan terbesar di dunia,  menjadi salah satu negara adikuasa.

Runtuhnya Uni Soviet

Mikhail Gorbachev yang saat itu menjabat Presiden Uni Soviet, bermaksud memperbaiki krisis yang terjadi dengan menerapkan Perestroika atau restrukturisasi politik dan ekonomi pada 1985.

Kebijakan Perestroika berusaha mengubah sistem komunisme menjadi lebih demokratis dengan tiga prinsip utama, yaitu Glasnost (keterbukaan politik),  demokratisasi dan Rule of Law.

Namun, Perestroika justru menyebabkan kekacauan dan mempercepat runtuhnya Uni Soviet. Kejayaan Uni Soviet tidak mampu bertahan lama.

Menurut sejarawan Pyzhihov, ide pembentukan masyarakat yang adil dan tanpa kemiskinan atau penindasan diabaikan oleh pemerintah setelah beberapa dekade. Nomenklatur partai penguasa semakin jauh dari rakyat dan hanya digunakan untuk kekuasaan tanpa masa depan yang jelas menjadi pemicu, sehingga negara-negara mulai melepaskan diri.

25 Desember 1991 Uni Soviet resmi bubar, dan melahirkan 15 negara baru termasuk negara federasi Rusia yang ibu kotanya Moskow.

Halaman:

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB