Transportasi umum bertahan karena ada mobilitas rutin. Dan di tengah semua itu, ASN menjadi salah satu simpul penting yang selama ini sering luput dari perhatian.
Karena itu, melihat ASN semata-mata sebagai beban negara merupakan cara pandang yang terlalu sempit. Kritik terhadap birokrasi tetap diperlukan agar pelayanan publik terus membaik, tetapi apresiasi terhadap kontribusi ekonomi ASN juga penting untuk membangun pemahaman yang lebih adil.
Sebab di balik seragam dinas dan meja pelayanan, terdapat peran besar dalam menjaga roda ekonomi rakyat tetap berputar setiap hari. Ketika birokrasi bekerja lebih cepat, manfaatnya tidak berhenti di kantor pemerintahan. Dampaknya menjalar ke warung makan, usaha percetakan, pedagang kaki lima, sopir angkot, operator transportasi umum, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan harapan pada perputaran ekonomi lokal. Di situlah letak hubungan yang sering tidak terlihat: ASN bukan hanya menjalankan negara, tetapi turut menjaga agar Kehidupan ekonomi masyarakat terus bergerak.*
Bram Hertasning adalah Doktor Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas & Angkutan Pelayaran dan Penerbangan, Badan Kebijakan Transportasi serta merupakan Pengurus Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).