Untuk mengantisipasi ke depan jika terjadi lonjakan wisatawan, pemerintah daerah harus menyediakan angkutan pariwisata atau mendorong baik wisatawan maupun penduduk lokal untuk menggunakan transportasi umum sebagai moda perjalanannya. Belajar dari adanya event internasional seperti World Super Bike (WSBK) dan MotoGP, Sirkuit Internasional Mandalika menjadi magnet bagi berbagai event yang mengakibatkan terjadinya lonjakan pengunjung dan tingginya permintaan akan kendaraan yang sangat besar pada waktu-waktu tertentu
Karena itu, perlu dikembangkan penggunaan angkutan umum yang juga mampu melayani kebutuhan wisatawan dengan kuota lebih banyak dan harga lebih terjangkau. Meski demikian, pengembangan angkutan umum ini tentunya akan menimbulkan pro-kontra dari berbagai pihak penyedia angkutan wisata sehingga perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak tersebut untuk mencari jalan tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan stakeholder menjadi salah satu strategi prioritas dalam pengelolaan transportasi di KEK Mandalika. Posisi KEK Mandalika yang berbatasan langsung dengan empat desa menimbulkan konsekuensi perlunya melibatkan pihak desa dalam perencanaan transportasi, termasuk transportasi umum.
Lembaga desa dan pengelola wisata perlu menyepakati pembagian peran dan manfaat sehingga dapat menekan munculnya konflik sosial. Di samping itu, ketersediaan angkutan umum ini tentunya perlu didukung dengan berbagai perbaikan dalam hal perbaikan sistem transportasi, perbaikan infrastruktur jalan, dan pembentukan rute baru, perbaikan fasilitas/perlengkapan jalan, serta perbaikan fasilitas sosial seperti rest area.
Selanjutnya, pengembangan transportasi tersebut dapat lebih efisien jika terkoneksi dengan destinasi wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas, transportasi, dan akomodasi berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan.
Ketersediaan sarana dan prasarana wisata dan transportasi wisata menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah untuk mendukung pengelolaan wisata di daerah tersebut. Strategi lainnya yang tak kalah penting adalah promosi terhadap pengembangan transportasi umum terutama dalam hal ketersediaan informasi terkait waktu, dan harga menyebutkan bahwa salah satu yang menghambat penggunaan angkutan umum adalah ketidaknyamanan dan keterbatasan informasi yang didapat oleh para pengguna angkutan umum.
Dalam mengembangkan moda transportasi yang ada di Mandalika, hal yang menjadi sangat penting adalah mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat maupun wisatawan yang akan berkunjung ke sana. Hendaknya kebijakan yang akan dirancang harus mengakomodasi kebutuhan destinasi secara spesifik.
Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa alternatif angkutan wisata yang digunakan oleh wisatawan sebagai moda lanjutan menuju tempat destinasi wisata seperti sepeda, transportasi online, angkutan umum, motor sewa, motor pribadi, mobil sewa dan mobil pribadi, namun dari pengolahan data didapat sebagian wisatawan masih menggunakan kendaraan pribadi karena lebih fleksibel dan memudahkan para wisatawan dalam kebutuhan berwisatanya.
Hal ini perlu menjadi perhatian serius dari para pemangku kepentingan untuk menyediakan alternatif pilihan transportasi bagi wisatawan. Selain itu dalam pengembangan transportasi pariwisata transportasi, juga dipikirkan dampak kepada lingkungan alamnya.
Bahkan dampak adanya transportasi yang ada dapat menunjang program pemerintah yang ramah lingkungan, misalnya untuk di area wisata yang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh, penggunaan sepeda dan kendaraan listrik ramah lingkungan menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan. Selain itu, hal ini mendorong integrasi antara berbagai moda transportasi yang telah ada menjadi salah satu alternatif sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan dan memudahkan wisatawan untuk pergi ke berbagai destinasi yang ada di Mandalika.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pengembangan sarana dan prasarana pendukung dan koordinasi antarmoda dalam menciptakan sistem transportasi wisata yang berkelanjutan. Memahami kondisi kebutuhan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara dalam hal transportasi menjadi prioritas pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya sehingga kenyamanan dan keamanan dalam berwisata dapat tercapai.
Dalam menetapkan kebijakan ini diperlukan koordinasi lintas aktor dan lintas sektor dalam merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan transportasi wisata di kawasan Mandalika, selain dibutuhkannya partisipasi dari masyarakat sehingga, kebijakan yang dirancang oleh pemerintah dapat diimplementasikan dan tepat sasaran. Dibutuhkannya dukungan dari dunia usaha dalam berkolaborasi dan bekerja sama sehingga tercipta angkutan wisata yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan destinasi wisata.
Bram Hertasning, ST, MTM, MlogMan, IPM, CRA, CRP, ASEANEng, adalah Kepala Bidang Kebijakan Transportasi Perkotaan, Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan