Dukungan Dunia Usaha dalam Menciptakan Angkutan Wisata yang Mendukung Kebutuhan Destinasi Wisata

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 20 Februari 2024 | 21:48 WIB
Kepala Bidang Kebijakan Transportasi Perkotaan, Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan, Bram Hertasning.     (dok pribadi )
Kepala Bidang Kebijakan Transportasi Perkotaan, Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan, Bram Hertasning. (dok pribadi )

Oleh : Bram Hertasning

HASIL pengolahan data menunjukkan, responden penelitian tentang judul di atas, terdiri atas 55 persen berjenis kelamin laki-laki dan 45 persen perempuan, tergolong berusia muda dengan rata-rata umur sekitar 29 tahun dengan kisaran 19-60 tahun dengan tingkat pendidikan mayoritas adalah sarjana S1 (48 persen) dan lulusan SMA (39 persen, serta sebagian kecil lainnya lulusan D3. Hasil penelitian juga menemukan bahwa pengunjung di Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tergolong muda dengan umur sekitar 20 tahun ke bawah dengan pendidikan setingkat SMA.

Jika dilihat dari jenis pekerjaan, sebagian besar wisatawan itu adalah wiraswasta atau bekerja di swasta (57 persen) dan mahasiswa (20 persen). Pendapatan rata-rata wisatawan 38,6 persen berkisar antara 2,5 juta-30 juta per bulan, bahkan ada sekitar 27 persebn wisatawan yang memiliki pendapatan rata-rata di atas 30 juta per bulan. Namun, ada juga sekitar 25 persen wisatawan yang memiliki pendapatan di bawah 2,5 juta per bulan.

Frekuensi kunjungan wisatawan lebih dari 4 kali (43 persen responden), ada juga yang menyatakan baru sekali berkunjung ke Mandalika (41 persen responden) dan sebagian kecil lainnya sudah berkunjung 2-4 kali. Adapun pilihan wisata yang dituju bagi para wisatawan tersebut adalah mayoritas wisata alam dan pantai (89 persen) meliputi Bukit Merese, Pantai Seger, Pantai Kuta, Tanjung Aan, Grupuk dan hanya 11 persen lainnya bertujuan untuk wisata olahraga dengan mengunjungi Sirkuit Mandalika.

Hal ini menunjukkan masih ada banyak potensi wisata yang belum diminati orang seperti wisata budaya, desa, adat, dan lain-lain yang tentunya menjadi peluang untuk bisa dikembangkan. Sebagai contoh objek wisata di Pusat Kota Tua, Makassar, sekitar di atas 70 persen wisatawan berminat dengan objek wisata sejarah, belanja, kuliner, wisata alam, pantai, dan wisata religi.

Hasil penelitian menyatakan bahwa disamping keindahan alam di Mandalika, daya tarik utama wisatawan ke Mandalika dikarenakan adanya promosi wisata halal, di mana Sembalun, salah satu area di Mandalika telah memenangkan World Halal Tourism Award di Abu Dhabi tahun 2016 dengan penghargaan sebagai World Best Halal Honeymoon Destination.

Jika dilihat dari jenis moda transportasi yang biasa digunakan menuju dan dari Mandalika, bahwa motor pribadi menjadi pilihan utama transportasi dari sekitar 41 persen responden, diikuti dengan motor sewa (25 persen), mobil pribadi (23 persen), mobil sewa (9,1 persen), dan transportasi online (2,3 persen). Transportasi menuju kawasan Mandalika didominasi oleh mobil sewa dan taksi bandara.

Wisatawan mancanegara juga banyak berkunjung ke Mandalika hingga mencapai 41 persen. Kebanyakan wisatawan akan memilih menyewa motor, di samping ada juga yang menggunakan mobil sewa atau transportasi online dalam jumlah yang kecil (hanya 2,3 persen responden).

Menurut responden yang diwawancara, perjalanan menuju dan dari Mandalika memiliki aksesibilitas yang mudah hingga sangat mudah, hanya kurang dari 6 persen responden menyatakan sulit mengakses jalan ke Mandalika. Adanya pengembangan KEK Mandalika menyebabkan akses jalan menuju lokasi kondisinya sangat baik.

Demikian halnya juga dengan ketersediaan jaringan dan rute jalan menuju Mandalika dinilai baik dan sangat baik oleh hampir 80 persen responden. Sementara sebagian besar responden menyatakan tidak mengetahui ketersediaan layanan angkutan umum di wilayah Mandalika.

Berdasarkan hasil wawancara dengan responden yang berkunjung ke Mandalika, motor pribadi dan mobil pribadi tetap menjadi preferensi wisatawan yang datang ke Mandalika. Hal ini mungkin saja karena responden yang diwawancara sebagian besar berasal dari wilayah NTB sehingga mudah bagi mereka untuk mengakses moda tersebut.

Prioritas berikutnya adalah kereta api, bus, pesawat, dan kapal. Kendaraan pribadi menjadi preferensi utama para wisatawan, sebagian responden menjawab selain faktor keamanan mereka juga menjawab karena menggunakan moda kendaraan pribadi dari tempat lokasi keberangkatan. Ke depan pemerintah daerah harus menyediakan angkutan massal guna mengurai kemacetan.

Preferensi wisatawan dalam memilih moda transportasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk di antaranya aksesibilitas, keamanan, dan biaya. Faktor aksesibilitas banyak dipilih wisatawan yang menggunakan motor/kendaraan roda dua, baik yang disewa maupun kendaraan pribadi, terutama ketika terdapat berbagai objek wisata dalam suatu wilayah. Beberapa responden juga menyatakan keragaman objek wisata yang berada di dalam dan sekitar KEK Mandalika menjadi salah satu faktor yang membutuhkan aksesibilitas sehingga wisatawan dapat berkunjung ke berbagai objek wisata dalam satu kali kunjungan.

Tingginya penggunaan kendaraan pribadi dan persewaan (motor/mobil), berdampak pada kondisi kepadatan lalu lintas yang pada akhirnya akan mengganggu kenyamanan perjalanan wisatawan ke Mandalika. Jika tidak segera dibenahi, kondisi tersebut dapat menyebabkan kemacetan karena tingginya jumlah kendaraan yang disebabkan meningkatnya populasi penduduk suatu daerah dan perkembangan ekonomi daerah tersebut.

Dampak lanjutan dari tingginya kemacetan adalah munculnya biaya penanggulangan yang harus dikeluarkan pemerintah. Sebagian besar para wisatawan yang berkunjung ke Mandalika lebih memilih menggunakan moda angkutan sewa, dapat dilihat angkutan sewa menduduki urutan ketiga (motor sewa) dan urutan keempat (mobil sewa) pada pilihan responden.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X