nasional

Semarakkan HUT Ke-81 RI, InJourney Destination Management Hadirkan Ragam Aktivasi Kemerdekaan di Destinasi Nusantara

Senin, 10 Agustus 2026 | 18:11 WIB
Candi Prambanan semarakkan HUT RI ke 81 dok. Humas IDM

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN — Ada yang berbeda dari perayaan kemerdekaan tahun ini. Di tengah gemuruh semangat 81 tahun Indonesia merdeka, InJourney Destination Management (IDM) mengajak masyarakat untuk merasakan kemerdekaan dengan cara yang lebih intim dan bermakna—melalui wisata budaya yang menyentuh hati.

Kami ingin masyarakat tidak sekadar merayakan, tapi juga merenungi makna kemerdekaan sambil menikmati keindahan warisan leluhur, ujar Febrina Intan, Direktur Utama InJourney Destination Management, dengan mata berbinar di sela-sela peresmian rangkaian acara di Yogyakarta, Senin (10/8).

Mengusung tema "Walau Beda Cara Menjaga Budaya, Tetap Berbagi Cinta untuk Indonesia", berbagai aktivasi akan digelar di empat destinasi ikonik: Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setiap sudut tempat ini seakan berbisik cerita tentang perjuangan dan kebanggaan menjadi anak bangsa.

Bayangkan menjejak kaki di Candi Borobudur, menyaksikan matahari terbit di antara stupa-stupa megah, atau berkeliling Candi Prambanan yang gagah—dan semua itu bisa dinikmati dengan diskon fantastis. IDM menghadirkan promo spesial 81 persen bagi wisatawan yang datang dengan busana merah putih. Ini bentuk apresiasi kami. Semakin banyak anak muda mengenal warisan budaya, semakin kuat fondasi bangsa ini ke depan, tambah Febrina dengan hangat.

Tak hanya diskon, suasana kemerdekaan juga terasa dari dekorasi yang menghiasi setiap sudut destinasi. Anyaman bambu bertuliskan "81 Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur" berdiri gagah berpadu dengan barisan bendera merah putih yang berkibar di sepanjang kawasan. Yang menarik, para petugas di lokasi wisata pun turut bersemangat mengenakan busana bernuansa merah putih. Para perempuan tampil anggun dengan kebaya atau lurik, sementara kaum lelaki memakai beskap dan batik—semuanya dilengkapi pin merah putih di dada. Kesan nasionalisme dan keramahan terpancar dari senyum mereka yang tulus menyambut setiap pengunjung.

Bagi pencinta olahraga, rangkaian acara ini terasa istimewa. Bayangkan melakukan yoga di bawah siluet Candi Prambanan saat senja tiba, atau merasakan ketenangan pagi di Keraton Ratu Boko sambil merenungi makna kemerdekaan. Sunset Yoga di Prambanan pada 15 Agustus, dan sesi pagi di Ratu Boko sehari setelahnya—ini pengalaman yang tak terlupakan, cerita salah satu peserta yang antusias mendaftar. Puncaknya, pada 30 Agustus, Borobudur Marathon akan digelar sebagai ajang olahraga sekaligus eksplorasi budaya yang mengajak peserta berlari menyusuri pesona Borobudur.

Ada yang berbeda di sore hari tanggal 15 Agustus. Keraton Ratu Boko menggelar Sandyakala Prabu Boko—sebuah acara menikmati matahari terbenam dengan latar sejarah yang kental. Nuansa romantis dan mistis bercampur menjadi satu, menciptakan momen yang sulit dilupakan. Ini seperti melihat masa lalu berbisik di tengah senja kemerdekaan, ujar seorang pengunjung dengan decak kagum.

Tak lengkap rasanya Agustusan tanpa lomba-lomba tradisional. IDM menghadirkan Lomba Merdeka pada 17 Agustus yang melibatkan pengunjung dan masyarakat sekitar destinasi. Panjat pinang, makan kerupuk, tarik tambang, lomba merakit candi mini, balap kelereng, bakiak, hingga balap karung—semua permainan lawas ini hadir untuk mengobati nostalgia sekaligus mempererat kebersamaan. Yang membuat istimewa, warga dari PKK Desa Bokoharjo di kawasan Prambanan dan para pedagang di Kampung Seni Borobudur turut ambil bagian. Ini bukan sekadar lomba, ini ruang di mana wisatawan dan masyarakat lokal bisa saling tersenyum, tertawa, dan berbagi cerita, jelas salah satu panitia dengan semangat.

Bagi generasi milenial dan Z, ada tantangan seru: Photo Challenge #AgustusandiCandi pada 17 Agustus. Cukup unggah momen terbaik selama berwisata di destinasi IDM dengan tagar #AgustusandiCandi dan #JiwaRagaMerdeka, lalu bersiaplah meraih hadiah menarik untuk sepuluh karya terbaik. Ini cara kami melibatkan semua kalangan, terutama anak muda, untuk turut mempromosikan kekayaan budaya Indonesia melalui konten kreatif mereka, tambah Febrina.

Sementara itu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan bergemuruh selama tiga hari, 15–17 Agustus, dengan Pesta Rakyat Kemerdekaan bertajuk "Semarak Jiwa Nusantara". Parade budaya kolaboratif dari berbagai museum dan anjungan daerah akan memukau pengunjung dengan ragam pakaian adat, musik tradisional, dan tarian khas Nusantara. Di Panggung Budaya, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan Sangkuriang (15 Agustus), Kecak Glow in the Dark yang futuristik (16 Agustus), dan Shinta Obong yang epik (17 Agustus). Di Kori Agung, Panggung Seni Rakyat membuka ruang bagi siapa saja untuk berkarya—sebuah panggung inklusif yang merayakan kreativitas dan keberagaman. Tak ketinggalan, 681 bendera merah putih akan memenuhi seluruh kawasan TMII, dan upacara bendera 17 Agustus akan digelar khidmat sebagai penghormatan pada perjuangan pahlawan. Untuk yang haus tantangan, TMII Hirux siap menguji adrenalin: lomba estafet beregu dengan lima stasiun permainan rakyat Indonesia yang mengutamakan kekompakan dan ketangkasan.

Di balik semua kemeriahan, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan IDM. Destinasi heritage bukan sekadar batu dan candi. Ini adalah ruang hidup yang menyimpan perjalanan panjang peradaban bangsa, kata Febrina dengan penuh haru. Kemerdekaan bukan hanya tentang bendera dan upacara. Ini tentang bagaimana kita menghidupkan kembali nilai-nilai luhur gotong royong, kebersamaan, dan cinta tanah air dalam keseharian kita. Melalui rangkaian acara ini, IDM berharap destinasi wisata bisa menjadi ruang perjumpaan, kolaborasi, dan pemberdayaan. Tempat di mana wisatawan dan masyarakat lokal bisa saling belajar, berbagi cerita, dan bersama-sama menumbuhkan optimisme untuk masa depan Indonesia. Ini bukti nyata bahwa bangsa ini lahir dari jiwa yang berdaulat, tatanan yang adil, dan peradaban yang makmur. Mari kembali menyalakan optimisme. Karena kehebatan masa depan Indonesia ada di dalam DNA kita, pungkas Febrina dengan senyum penuh keyakinan.

Ayo rayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda! Datanglah, rasakan sendiri kehangatan budaya, dan biarkan semangat 81 tahun Indonesia mengalir dalam setiap langkah di destinasi Nusantara.

Tags

Terkini

Prof Juanda. : Penggantian Kapolri Absolud Presiden

Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:31 WIB