Persoalan berikutnya terletak pada desain insentif guru yang dinilai belum efektif mendorong peningkatan kualitas pengajaran. Program sertifikasi guru yang meningkatkan pendapatan belum terbukti secara signifikan meningkatkan kualitas mengajar di kelas.
Selain itu, lemahnya akuntabilitas berbasis data membuat proses evaluasi pembelajaran berjalan kurang optimal. Tanpa sistem pemantauan capaian belajar yang transparan, guru maupun sekolah tidak memiliki cermin untuk berbenah.
Gumilang menyoroti reformasi pendidikan perlu diarahkan pada penguatan sistem evaluasi pembelajaran serta kebijakan yang lebih berorientasi pada hasil belajar dibanding sekadar besaran anggaran.
Prioritas Kebijakan Pendidikan
Gumilang menyampaikan terdapat sejumlah prioritas kebijakan pendidikan yang perlu diambil ke depan. Salah satunya memperluas pasokan dan akses PAUD yang berkualitas antara lain dengan meningkatkan pendanaan PAUD dan menggunakan dana desa untuk PAUD di pedesaan, pendirian pusat PAUD, pelatihan guru PAUD, standardisasi kurikulum, hingga menggunakan subsidi atau voucher untuk keluarga miskin, rentan, dan kelas menengah aspiratif.
Berikutnya, membangun metrik kinerja dan basis data untuk kebijakan berbasis bukti. Beberapa upaya yang dapat dijalankan diantaranya menetapkan metrik kinerja yang andal untuk siswa dan guru hingga membangun basis data terbuka untuk evaluasi kebijakan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Prioritas kebijakan pendidikan selanjutnya adalah mendesain ulang insentif pendanaan pendidikan dengan memperkuat BOS kinerja yang sudah ada dan basis data pendukungnya. Sementara itu, kinerja pendidikan kabupaten/kota dapat menjadi penentu dana insentif daerah.
Berikutnya, membangun kontrak dan kompensasi guru berbasis kinerja. Misalnya, menambah kompensasi untuk guru di daerah terpencil atau sekolah berkebutuhan tinggi, pengembangan profesional berkelanjutan yang didanai dan berkualitas, dan guru yang konsisten urang berkinerja dapat dikeluarkan dari profesi.
“Reformasi membutuhkan perubahan cara, bukan sekedar penambahan uang,” pungkasnya.