Geliat desa wisata di lereng Gunung Merapi juga turut berkontribusi signifikan. Konsep wisata yang memadukan keindahan alam pedesaan dengan kearifan lokal dan kerajinan UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik.
Desa-desa seperti Kemudo yang dikenal dengan Batik Ciprat-nya, serta desa wisata lainnya di Kecamatan Prambanan dan sekitarnya, menjadi bukti bahwa pariwisata Klaten tidak hanya bertumpu pada destinasi mainstream.
Tren Wisata Jateng: Heritage dan Alam Makin Diminati
Linda Widiastuti menyoroti bahwa capaian Klaten tidak terlepas dari pergeseran pola dan minat wisatawan di Jawa Tengah secara keseluruhan. Berdasarkan data Disbudparekraf Jateng, wisata alam dan *heritage* makin digemari karena konsepnya yang lebih hangat untuk tema keluargaan atau rombongan .
"Wisatawan kini tidak hanya disuguhi keindahan visual, tapi juga bisa berinteraksi di dalam objek wisata. Ini yang ditawarkan Klaten melalui umbul, candi, dan desa wisatanya," jelas Linda .
Selain Klaten, beberapa daerah lain juga mencatat pertumbuhan signifikan. Kabupaten Kebumen misalnya, melonjak hingga 161,81 persen dan naik peringkat dari posisi ke-12 pada 2025 menjadi peringkat ke-6 pada 2026 . Sementara itu, Kota Surakarta naik dari peringkat empat menjadi peringkat tiga dengan kenaikan 23,23 persen .
Meski kunjungan domestik melesat, Linda Widiastuti mengingatkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Tengah justru mengalami penurunan signifikan sebesar 73,14 persen menjadi hanya 78.253 orang pada Triwulan I 2026 . "Ini mengindikasikan perlunya penguatan kembali strategi promosi pasar internasional, khususnya melalui penguatan konektivitas, paket wisata terintegrasi, dan kolaborasi dengan pelaku industri global," ungkap Linda .
Pemerintah Kabupaten Klaten sendiri tengah berupaya menjemput pasar mancanegara melalui berbagai event berskala internasional, seperti Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 yang baru saja digelar pada pertengahan Mei 2026 dan melibatkan peserta dari 40 negara .
Dengan capaian impresif di awal tahun ini, Pemerintah Kabupaten Klaten optimistis target kunjungan wisata sepanjang tahun 2026 dapat terlampaui. Penguatan promosi digital, pembenahan infrastruktur destinasi, serta kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata menjadi kunci keberlanjutan.
"Kami akan terus berinovasi agar Klaten tidak hanya menjadi primadona di awal tahun, tapi sepanjang tahun," pungkas Linda Widiastuti.